Fraksi NasDem: Pertanyakan Kualitas Kenaikan PAD dan Peringatan Kemandirian Fiskal
Melalui Juru Bicaranya, I Bagus Diarsa, Fraksi NasDem membedah penurunan pendapatan daerah yang menyusut Rp5,91 miliar (dari Rp869,98 miliar menjadi Rp864,07 miliar) akibat anjloknya dana transfer pusat.
Kenaikan PAD sebesar Rp13,17 miliar (6,67%) dikritik karena dinilai hanya akibat faktor teknis akuntansi, yaitu reklasifikasi dana kapitasi JKN ke pendapatan BLUD sebesar Rp11,90 miliar atas tindak lanjut koreksi BPK.
NasDem mendesak Pemda membeberkan angka riil pertumbuhan PAD yang murni bersumber dari optimalisasi pajak, retribusi, dan inovasi daerah.
Penurunan transfer pusat dan Dana Desa harus dijadikan alarm keras agar Belitung segera membenahi kemandirian fiskalnya.
Fraksi Gerindra: Pertanyakan Disiplin Fiskal dan Rasionalitas Kebijakan
Juru Bicaranya, Yola Junita, menyampaikan kritik paling menohok terkait postur anggaran yang dianggap kontradiktif: pendapatan tergerus, namun belanja justru membengkak.
Pendapatan transfer tergerus Rp19,08 miliar yang menekan total pendapatan turun ke Rp864,06 miliar, namun belanja daerah justru dipaksakan naik Rp28,03 miliar (dari Rp931,87 miliar menjadi Rp959,90 miliar).
Kebijakan ini dinilai memicu persoalan serius pada disiplin anggaran. Gerindra mempertanyakan rasionalitas Pemda dan mendesak jaminan bahwa pembengkakan defisit ini murni untuk alokasi mendesak rakyat, bukan akibat kegagalan menetapkan skala prioritas. (Nazriel Semesta)
![]()







