Bupati melanjutkan, bahwa ritual adat selamat kampong dan muang jong ini adalah satu tradisi budaya kita dalam mewujudkan rasa syukur kepada Allah SWT.
Senada, Wakil Bupati Belitung, Isyak Meirobie mengatakan bahwa kearifan lokal seperti ini harus kita daftarkan secara hukum dan administrasi kepada pemerintah karena merupakan warisan kepada anak cucu kita ke depan.
“Karena perkembangan dunia saat ini sangat cepat maka kita sebagai masyarakat Belitung juga harus bersiap naik kelas setelah berhasil menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan G20 dan ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark,” imbau Wakil Bupati.
Pihaknya percaya, bahwa pelaksanaan G20 di Belitung akan membawa kebaikan dan Belitung semakin dikenal dunia Internasional. Terlebih, pada bulan Desember mendatang Belitung juga dipercaya sebagai tuan rumah pertemuan Maritim sedunia.

“Semoga dengan ritual ini, masyarakat Sijuk dan sekitarnya mendapatkan keselamatan dan kelancaran dalam mencari nafkah, mari kita bekerja secara bergotong-royong demi kemajuan Belitung ke depan,” ujar Isyak.
Kepala Desa Tanjung Tinggi, Sudarmo menambahkan, bahwa kegiatan adat istiadat dalam acara Muang Jong ini setiap tahun kita laksanakan mulai dari tahun 1914, dimana tahun 2022 ini merupakan yang ke 78 kali.
“Semoga dengan acara selamatan ini, kita selalu diberikan perlindungan dan kesehatan dalam mencari nafkah di laut dengan tetap menjaga kelestarian dan ekosistem laut. Kami juga menghimbau agar para nelayan memakai alat yang diijinkan dalam mencari ikan di laut dan melengkapi perizinan atau pas kapal,” tambah Kades. (admin)







