Bupati juga mengatakan, saat ini persediaan obat pencegahan itu sudah dikirim ke Belitung, sebab di Belitung masih ditemukan kasus kaki gajah itu.
Apalagi, sebagai destinasi wisata, tentunya kesehatan masyarakat harus diperhatikan.
“Perhatian kita terhadap kesehatan, kaitannya penyakit pandemi, karena kalau ada malaria, DBD, dan kaki gajah, mana ada orang yang mau datang ke Belitung,” terangnya.
Sahani mengatakan, saat ini ada 16 desa yang sudah ditemukan kasus kaki gajah dengan jumlah 127 orang yang pada darahnya ditemukan cacing filaria. Bahkan ada satu keluarga dengan empat anggota keluarga yang sudah terkena.

“Itu nanti berbahaya karena kakinya terus membesar, akhirnya tidak produktif. Tolong anjuran pemerintah ini diikuti, jangan sampai ada yang tidak mau makan obat ini,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Tim Kerja Penyakit Tropis Kementerian Kesehatan, dr. Regina Sidjabat mengatakan, yang paling dikhawatirkan dari penyakit kaki gajah yakni saat sudah sampai kronis dan kaki membesar. Saat kaki membesar bisa menyebabkan cacat seumur hidup sehingga penderita tidak bisa beraktivitas secara baik.
“Kalau besar, operasi pun tidak bisa menolong,” sebutnya.







