BelitongToday, Manggar – Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten Belitung Timur, Khairil Anwar meminta agar organisasi perangkat daerah terkait, kecamatan dan desa membuat program terobosan untuk menekan angka kemiskinan di Kabupaten Beltim.
Tahun 2025 ini Kabupaten Beltim menargetkan angka kemiskinan turun ke 6,20 persen. Program terobosan itu tidak hanya sekedar kegiatan atau bantuan di atas kertas, namun memiliki daya ungkit untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat kurang mampu.
Efektifitas dan pendampingan program juga harus jadi perhatian bersama.
“Harus serius buat terobosan baru pengentasan kemiskinan. Kepala OPD terkait dan pihak yang masuk ke dalam tim harus berembuk dan kolaborasi apa yang harus kita laksanakan agar target tercapai,” kata Khairil, usai Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan di Kabupaten Beltim periode Semester I Tahun 2025 di Ruang Rapat Gunung Lumut Bappelitbangda, Rabu 16 Juli 2025.
Selama ini, menurut Khairil program yang sudah ada kurang berjalan efektif. Program bantuan yang diberikan terkesan hanya sekedar untuk menyuapi namun tidak memberikan pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat untuk mampu berdiri sendiri.
“Misalnya hanya sekedar dikasih bibit sayuran, tapi dak ada bantuan bibit ayam atau lainnya. Nah ini kan kurang berjalan efektif, kita juga harus berikan pendampingan agar bantuan usaha untuk mereka dapat berjalan baik,” ungkap Khairil.
Apalagi ke depannya, tambah Khairil bantuan sosial akan difokuskan pada penyandang disabilitas dan lansia yang kurang produktif. Sementara bagi warga yang kurang mampu namun dalam usia produktif, akan didukung melalui pemberdayaan dan pelatihan keterampilan agar bisa lebih mandiri.
“Manfaatkan anggaran yang ada secara cepat dan tepat sasaran, bangun sinergi dalam pelaksanaannya, dan pastikan program benar-benar fokus menurunkan angka kemiskinan. Kita bisa memperbaiki yang kurang, mempertahankan yang sudah baik, dan menciptakan solusi yang lebih tepat sasaran untuk masyarakat kita,” ujar Khairil.







