BelitongToday, Tanjungpandan – Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Belitung di bawah kepemimpinan Husri selaku ketua sukses menyelenggarakan kegiatan Kemah Pemuda se-Kabupaten Belitung.
Kegiatan Kemah Pemuda ini dilaksanakan tanggal 27 hingga 29 September 2024 berlokasi di wilayah pantai wisata Tanjung Kelayang, Kecamatan Sijuk, Desa Keciput.
Kegiatan Kemah Pemuda KNPI Belitung diikuti oleh seluruh pengurus KNPI se-Kabupaten Belitung dengan jumlah peserta 150 orang.
Beragam kegiatan positif dilakukan oleh Pengurus KNPI se-Kabupaten Belitung seperti bakti sosial kepada warga sekitar Desa Keciput.
“Kemudian aksi bersih-bersih pantai sekitar Tanjung Kelayang serta pemaparan materi-materi kepemimpinan-kepemudaan dan upgrade kepada para peserta,” kata Ketua KNPI Belitung, Husri, Senin 30 September 2024.
Pada malam penutupan Sabtu 28 September 2924 Kemah Pemuda dihadiri langsung oleh Plt Kepala Dispora Kabupaten Belitung Bapak Marzuki, Pimpinan DPD KNPI Provinsi Bangka Belitung Bapak Remil Yanus Salalima beserta Sekretaris dan dihadiri oleh Kepala Desa Keciput, Pratiwi Perucha yang juga menjabat sebagai Ketua DPK KNPI Kecamatan Sijuk.
Rangkaian acara ini dimulai dengan dibacakannya Deklarasi Pemilu Damai oleh Ketua DPS KNPI Kabupaten Belitung Husri.
Dalam acara Deklarasi Pemilu Damai tersebut, DPD KNPI Belitung sebagai Organisasi Kepemudaan yang mewadahi Pemuda-Pemudi di Kabupaten Belitung menentukan sikapnya untuk siap mengawal segala rangkaian proses Pilkada secara khusus di Kabupaten Belitung.
Rangkaian acara selanjutnya adalah penyerahan secara simbolis rekomendasi program pembangunan strategis yang melibatkan aktif para pemuda-pemudi kepada Pemkab Belitung sebagai hasil dari diskusi dari para peserta kemah Pemuda tersebut.
“Semoga dari kegiatan Kemah Pemuda ini dapat menghasilkan buah pikiran, aksi positif, upaya gerakan yang nyata dalam memajukan Kabupaten Belitung, serta mengawal dan memastikan seluruh rangkaian Pilkada berlangsung dengan asas luber, jurdil serta terlepas dari isu SARA, money politic dan black campaign,” harap Husri. (Angga/Rel)







