Home / Belitong Humanities

Sabtu, 7 September 2024 - 19:04 WIB

Kuasa Hukum PT. Belpi Desak Polres Belitung Tetapkan FJ sebagai Tersangka, Ini Alasannya!

Kuasa Hukum PT. Belpi, Wahyu Yasser Nurima.

Kuasa Hukum PT. Belpi, Wahyu Yasser Nurima.

BelitongToday, Tanjungpandan – Kasus hukum yang melibatkan mafia tanah di Belitung memasuki babak baru.

Kasus pidana yang dilaporkan oleh PT. Belpi atas terlapor FJ alias Fujianto Tanjono semakin kompleks karena terlapor mengajukan tuntutan perdata. Kasus perdata tersebut tengah bergulir di tingkat kasasi Mahkamah Agung.

Kuasa hukum PT Belpi, Wahyu Yasser Nurima menyatakan sudah sepatutnya Polda Bebel atau pun Polres Belitung untuk menjerat Fujianto Tanjono terkait sebagai terduga kasus mafia tanah di Belitung.

“Kami melaporkan Fujianto Tanjono ke Polres Belitung atas dugaan tindak pidana terkait rekayasa berita acara pengukuran tanah yang diajukan oleh Fujianto Tanjono,” kata Wahyu Yasser Nurima dalam keterangan tertulisnya, Sabtu 7 September 2024.

Wahyu Yasser mengatakan, berdasarkan bukti-bukti yang ada sudah sepatutnya Polda Bebel atau pun Polres Belitung untuk menjerat Fujianto Tanjono Terkait sebagai terduga kasus mafia tanah di Belitung.

Baca Juga  DLH Belitung Sosialisasi Aplikasi BERASAN

Modus yang dilakukan adalah dengan meminta BPN Belitung menerbitkan sertifikat atas 11 bidang tanah yang secara sah dimiliki oleh PT Belpi.

Menurut Wahyu, Fujianto Tanjono diduga telah melakukan rekayasa hukum dengan mengaku memiliki tanah seluas 21 Ha di atas tanah milik PT Belpi.

“Padahal Belpi telah memiliki dan menguasai tanah itu sejak tahun 1990 dan telah bersertipikat sejak 1996,” ungkapnya.

Rekayasa hukum yang diduga dilakukan oleh Fujianto Tanjono, menurut Wahyu, adalah dengan mengajukan sertifikat kepada BPN berdasarkan pengukuran tanah yang dilakukan secara fiktif.

“Untuk persyaratan lain Fujianto Tanjono diduga membuat dan merekayasa APH yang palsu (tidak terdaftar di kecamatan) atas SKT yang juga palsu dan menggunakannya untuk meyakinkan orang bahwa Fujianto memiliki dan menguasai tanah tersebut,” terang Wahyu.

Baca Juga  Stok Beras di Bulog Belitung Capai 1.307,9 Ton, Minyak Goreng 130 Ton

Wahyu juga menjelaskan ada pengakuan dari saksi-saksi kunci yang membuktikan Fujianto Tanjono melakukan rekayasa dan pelanggaran hukum.

“Unsur-unsur dan bukti dalam pemenuhan tindak pidana dan penetapan tersangka telah cukup namun proses penyelidikan berjalan di tempat dan tidak ada kemajuan (status quo),” jelas Wahyu.

Namun, kasus mafia tanah tersebut kini justru bergulir tanpa kejelasan setelah Fujianto mengajukan gugatan perdata pada Pengadilan Negeri Belitung.

“Sangat jelas bahwa tindakan ini merupakan strategi untuk mengaburkan dan menunda perkara pidana, serta menghindari dari hukuman,” kata Wahyu.

Polres Belitung sendiri tidak memberikan jawaban saat ditanya terkait laporan PT Belpi terhadap Fujianto Tanjono.

Kasat Reskrim Polres Belitung AKP Fatah Meilana saat dikonfirmasi tidak memberikan jawaban hingga berita ini ditayangkan. (Angga/Rel)

Share :

Baca Juga

TPP ASN Beltim

Belitong Humanities

Beredar Kabar TPP ASN Beltim 2023 Mengalami Penurunan, Ikhwan Fahrozi: Bukan Turun Melainkan Penyesuaian

Belitong Humanities

Pendonor Belitung Diberikan Penghargaan

Belitong Humanities

Siswa SD Negeri 11 Badau Antusias Ikuti Kegiatan Makan Bergizi Gratis
Salat Idul Fitri

Belitong Humanities

Sanem Salat Idul Fitri Bersama Ribuan Masyarakat, Ajak Umat Islam Maknai Idul Fitri Kembali Kepada Kesucian Diri

Belitong Humanities

Tim SAR Gabungan Maksimalkan Pencarian Pilot Helikopter NBO-105 Polri
capaian Beltim 20 tahun

Belitong Humanities

Genap Berusia 20 Tahun, Bupati Burhanudin Paparkan Capaian Beltim di Sidang Paripurna Istimewa

Belitong Humanities

BPBD Belitung Salurkan Bantuan untuk Korban Angin Kencang di Pulau Kuil

Belitong Humanities

Djoni Alamsyah Ajak OPD di Lingkungan Pemkab Belitung Bertransformasi