“Agar mental mereka kebentuk, jam terbang main mereka makin tinggi, dan mereka makin kenal banyak orang melalui basket. Jadi main basket tidak dengan orang yang itu-itu saja,” lanjut pria yang sehari-hari berprofesi sebagai notaris di Belitung tersebut.
Menurutnya, tim Glorius, yang merupakan salah satu komunitas basket terbesar di Indonesia, juga memberikan respon positif pada anak-anak muda Belitung ini. Kecepatan dan pace tim Basket Belitung dalam pertandingan tersebut diacungi jempol.
“Dan Glorius merespon positif anak-anak Belitung ini, kencang-kencang,” lanjutnya.
Fariz menambahkan, bahwa nama-nama pada tim seleksi Porprov tersebut belum final, masih akan ada pengurangan nama pemain.
Setelah ini, menurutnya, tim tersebut akan menjalani beberapa kali latih tanding dan sparing lagi. Salah satunya yaitu menerima undangan dari Yayasan Tarumanagara untuk menjalani latih tanding dalam waktu dekat.
“Diundang langsung ketua yayasannya, tanggal 9 Desember mendatang jam 9 pagi,” ujarnya.
Ia berharap, dengan adanya beberapa kali latih tanding, dapat mempersiapkan mental dan fisik tim Porprov Belitung untuk dapat mencapai target maksimal pada Porprov Bangka Barat mendatang.
“Targetnya bisa menjuarai event porprov 2023 di Bangka Barat,” tutupnya. (angga)








