BelitongToday, Tanjungpandan – Di sebuah rumah budaya di Jalan Kampong Seni Aik Ranggong, Desa Air Saga, Tanjungpandan, Belitung, berkobar semangat pelestarian budaya lewat tangan-tangan muda. Muhamad Hatta, sosok di balik berdirinya “Kabong” (Kreativitas Anak Belitong) yang memilih jalan hidup untuk menjaga warisan budaya negerinya.
Didirikan pada tahun 2013, saat Hatta masih duduk di bangku SMP. Rumah Budaya Kabong ini menjadi wadah bagi anak muda Belitung untuk berkreasi melalui produk-produk bernuansa budaya lokal.

“Waktu itu saya hanya ingin membuat sesuatu yang berakar dari budaya sendiri, bukan sekadar ikut arus modernitas,” kenangnya.
Selepas menimba pengalaman kerja di luar negeri, tepatnya di tanah Melayu, Hatta memilih pulang ke kampung halaman. Keputusan itu bukan tanpa alasan. Ia ingin mendedikasikan hidupnya untuk melestarikan budaya Melayu Belitong yang kian tergerus zaman.
“Saya belajar banyak tentang nilai dan filosofi budaya Melayu di luar sana, dan saya ingin menerapkannya di tanah sendiri,” ujarnya.







