BelitongToday, Tanjungpandan – Pemerintah Kabupaten memastikan stok bahan kebutuhan pokok cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Selain itu, harga bahan kebutuhan pokok di Kabupaten Belitung terpantau normal alias stabil menjelang dua perayaan besar keagamaan diantaranya adalah Imlek dan Bulan Suci Ramadhan 1446 Hijriah.
“Stok bahan kebutuhan pokok cukup dan harga terpantau normal tidak naik,” ucap Kepala Bidang Usaha Perdagangan Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Tenaga Kerja Belitung, Hamzah, Jumat (9/2).
Hamzah menerangkan, pihaknya telah menurunkan tim untuk memantau kondisi harga bahan kebutuhan pokok. Pemantauan dilakukan salah satunya adalah di pasar Induk Tanjungpandan.
‘Kondisi harga bahan kebutuhan pokok terpantul normal tidak ada yang mengalami kenaikan,” paparnya.
Menurutnya, harga daging sapi dijual Rp60 ribu per kilogram, daging ayam ras Rp37 ribu per kilogram, ayam kampung Rp55 ribu per ekor, telur ayam Rp32 ribu per kilogram, dan telur ayam kampung Rp37 ribu per kilogram.
Selanjutnya harga cabai keriting dijual Rp60 ribu per kilogram, cabai rawit merah Rp50 ribu per kilogram, bawang merah Rp35 ribu per kilogram, dan bawang putih Honan Rp38 ribu per kilogram.
Kemudian beras merek Jeruk (premium) dijual Rp14.500 per kilogram, beras merek Permata (premium) Rp14.500 per kilogram, beras cap Sendok (medium) Rp12.500 per kilogram, dan beras SPHP Bulog Rp11.500 per kilogram.
“Kondisi terpantau normal dan tidak mengalami kenaikan,” terang Hamzah.
Stok Beras Capai 954 Ton
Sementara itu, di dalam kesempatan yang sama, Hamzah menerangkan pula bahwa stok beras yang ada di Belitung terdapat sebanyak 954 ton. Stok ini tersedia di tujuh distributor bahan kebutuhan pokok di Tanjungpandan.
“Kondisi beras tersedia 954 ton jadi kami hitung ini sangatlah cukup untuk Imlek dan bulan puasa nanti,” papar Hamzah.
Sedangkan untuk stok lain seperti gula pasir 320 ton, terigu 53 ton, minyak goreng 171,04 ton, tepung sagu 64 ton, garam 3,6 ton, kacang kedelai 22 ton, kacang tanah 22 ton, dan kacang hijau 10,5 ton.
“Stok cukup masyarakat tidak usah panik berbelanja,” sebut Hamzah. (Nazriel)







