BelitongToday, Tanjungpandan – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Belitung, mencatat jumlah produksi padi di daerah itu pada semester pertama (Januari-Juni) 2023 mencapai 323 ton Gabah Kering Giling (GKG).
Jumlah tersebut berasal dari luas panen padi sawah seluas 121 hektare dan padi ladang seluas 2 hektare.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura DKPP Belitung, Tenny Meireni menjelaskan jumlah produksi padi di Belitung pada semester pertama 2023 telah mencapai 323 ton GKG.
Sedangkan target produksi padi petani lokal sepanjang 2023 adalah 2.900 ton.
“Tetap optimis target produksi tersebut bisa tercapai sampai akhir tahun,” ungkapnya, Minggu (30/7).
Tenny menjelaskan, pada semester pertama, terdapat sejumlah tantangan seperti serangan hama penyakit dan tingginya harga pupuk non subsidi.
“Memang untuk tanaman padi telah kita alokasikan untuk menerima pupuk subsidi. Meskipun ada beberapa kelompok tani yang kemarin terkendala dengan pengecer, namun kini sudah terselesaikan karena ada pengecer baru,” sebutnya.
Selain itu, Tenny melanjutkan, tantangan terbesar lainnya yang ada adalah Sumber Daya Manusia (SDM). Banyak petani yang sementara waktu meninggalkan profesinya sebagai petani dan beralih di sektor pekerjaan lain.
“Petani yang biasanya menanam padi, kemudian tidak menanam padi lagi, dan sementara beralih ke tempat lain seperti tambang timah,” jelasnya.
Oleh karena itu, ia mengimbau para petani menjaga produksi padinya dengan baik sampai puncak musim panen nanti.
“Meskipun kita akan menghadapi situasi El Nino akan tetapi kami sudah mengimbau petani agar memperbaiki saluran irigasi mereka. Serta, menanam padi yang toleran terhadap kekeringan,” tutupnya. (Nazriel)







