BelitongToday, Tanjungpandan – Panitia Bersama Hari Pers Nasional (HPN) Kabupaten Belitung tahun 2024 menggelar kegiatan malam resepsi peringatan HPN 2024.
Acara berlangsung di RM. Sari Laut, jalan Wahab Aziz, Kelurahan Paal Satu, Tanjungpandan, Senin 26 Februari malam.
Malam resepsi peringatan HPN Belitung 2024 digagas oleh panitia bersama dari lima organisasi kewartawanan di Belitung yakni Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Belitung, Pokja Wartawan Belitung, Perwabel, Media Independen Online (MIO) Belitung, dan Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) Belitung.
Acara ini juga mendapatkan dukungan sepenuhnya dari Diskominfo Belitung. Suasana hangat dan penuh keakraban tampak terlihat jelas dalam acara perayaan HPN Belitung 2024.
Kegiatan dihadiri oleh Pj Bupati Belitung, Yuspian, Danlanud HAS Hanandjoeddin Belitung, Letkol Pnb Dian Bashari, Kepala Diskominfo Belitung, Muhammad Iqbal, Kepala DPUPR Belitung, Edi Usdianto beserta perwakilan tamu undangan dari LSM, Ormas, dan para awak media yang bertugas di Belitung.
Ketua Panitia Bersama Peringatan HPN Kabupaten Belitung 2024, Bastiar Riyanto yang juga menjabat sebagai Ketua PWI Belitung mengucapkan rasa terima kasih kepada seluruh panitia dan tamu undangan yang telah hadir dalam acara peringatan HPN Belitung 2024.
Menurut Bastiar, peringatan HPN 2024 di Belitung seyogyanya digelar pada 9 Februari lalu. Namun karena masih berada di tengah situasi persiapan Pemilu 2024, kegiatan diundur dan direncanakan pada hari ini.
“Tema peringatan HPN 2024 adalah “Mengawal Transisi Kepemimpinan Nasional dan Menjaga Keutuhan Bangsa”,’ sebut Bastiar dalam sambutannya.
Tak kalah pentingnya, Bastiar juga menjelaskan bahwa telah menghadiri kegiatan puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2024 di Jakarta beberapa waktu lalu.
Bastiar menyampaikan dalam kegiatan tersebut, Presiden menyatakan mendukung ekosistem pers di Indonesia. Salah satunya adalah Presiden menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 32 Tahun 2024 tentang Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas (Publisher Rights).
Selain itu, Bastiar juga menyampaikan pesan Presiden Jokowi agar Diskominfo lebih banyak belanja iklan ke media massa baik cetak, elektronik, maupun televisi. Tujuannya adalah menghidupi perusahaan media dan kesejahteraan wartawan di dalamnya meningkat.
“Semakin besar anggaran Diskominfo maka bisa belanja iklan lebih banyak kepada media khususnya di daerah,” harap Bastiar.
Penjernih Informasi
Sementara itu, Pj Bupati Belitung, Yuspian dalam sambutannya berharap agar insan pers di Kabupaten Belitung dapat menjadi penjernih informasi. Hal ini di tengah maraknya berseliweran berita hoaks atau yang belum tentu terbukti kebenarannya.
“Pers menghadapi sejumlah tantangan salah satunya adalah kemajuan media sosial. Kalau dulu wartawan harus ada kompetensi dan pengetahuan yang dimiliki, namun sekarang semua orang bisa jadi wartawan di media sosial, sedikit-sedikit melaporkan kejadian di sekitarnya melalui media sosial. Wartawan hari ini harus menjadi penjernih informasi dan melawan berita bohong yang berseliweran di tengah-tengah kita,” tutup Yuspian. (Nazriel)







