BelitongToday, Manggar – Wakil Bupati Belitung Timur Khairil Anwar memimpin pelarungan karangan bunga dari atas dermaga Pelabuhan Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Manggar, Kamis (17/8).
Selanjutnya rangakaian sesi upacara pelarungan bunga berlanjut oleh Kapolres Beltim, AKBP Arif Kurniatan dengan menaburkan bunga ke lautan.
Pelarungan dan tabur bunga ini merupakan salah satu prosesi dalam rangkaian Peringatan HUT Kemerdekaan ke-78 RI di Kabupaten Beltim.
Khairil bertindak sebagai inspektur upacara dalam upacara pelarungan bunga tersebut. Sedangkan Komandan Pos TNI AL Manggar, Letda Heri bertindak selaku komandan upacara.
Wabup Belitung Timur, Khairil Anwar mengatakan pada momentum peringatan HUT Kemerdekaan ke-78 RI ini. Ia mengajak kepada seluruh elemen baik pemangku kepentingan dan masyarakat untuk bersama-sama membangun Kabupaten Beltim.
“Saya mengharapkan pembangunan ini harus kita teruskan karena Kabupaten Belitung Timur yang sudah terbentuk. Sayang kalau jerih payah pendahulu kita sia-siakan,” harap Khairil.
Namun, menurut Khairil, untuk membangun Kabupaten Beltim tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri semua pihak harus bersatu padu. Saling berkomitmen untuk satu tujuan yaitu Beltim bangkit dan berdaya.
“Untuk membangun itu tidak cukup hanya kita, dari person to person tapi jelas, kita harus bersatu. Oleh sebab itu, melalui momentum Hari Kemerdekaan ke-78 ini kami mengajak semua elemen, stakeholder, semua yang ada di Beltim. Mari kita bergandengan tangan untuk membangun Belitung Timur yang lebih baik ke depan,” kata Khairil.
Semua Komponen Harus Memiliki Semangat Berkorban dan Berjuang
Sementara itu, Kapolres Beltim AKBP Arif Kurniatan berharap dengan semangat Hari Kemerdekaan 17 Agustus, seluruh komponen pemerintah dan masyarakat dapat tergugah hatinya untuk mengikuti semangat juang dan rela berkorban pahlawan pendahulu.
“Semoga kita bisa mengimani dan terinspirasi dari perjuangan para pahlawan yang telah mendahului kita. Kemudian dapat menularkan semangat perjuangan tersebut kepada keluarga kita, kepada saudara-saudara kita, kepada teman-teman kita kepada rekan-rekan kita,” harap Arif.
Perjuangan tersebut, lanjut Arif, adalah dengan mengisi dengan kegiatan positif. Membangun bangsa dan daerah sesuai dengan keahlian masing-masing.
“Bukan dalam bentuk perjuangan melawan penjajah lagi, dalam arti sebagaimana sebelumnya. Tapi bagaimana kita dapat mempertahankan kemerdekaan dan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif. Sesuai dengan motto kita akhirnya โTerus Melaju Untuk Indonesia Majuโ itu harapannya seperti itu,” pungkasnya. (Mario)







