BelitongToday, Tanjungpandan – Bupati Belitung, Sahani Saleh berang. Pasalnya, kolam sumber air baku Air Serkuk yang merupakan objek vital bagi pelayanan kebutuhan air bersih masyarakat, rusak dihajar penambang timah ilegal.
Kekesalan Sanem, sapaan akrab Bupati Belitung, ia sampaikan usai memimpin rapat penyelesaian aktivitas penambangan di kolam sumber air baku Air Serkuk, Rabu (3/5) kemarin.
Menurut orang nomor satu Belitung ini, penambangan timah ilegal di sumber air baku Air Serkuk tidak bisa ia tolerir.
“Pengrusakan ini tidak bisa kita toleransi, karena itu objek vital milik pemerintah. Milik negara yang untuk pelayaran dasar kebutuhan rakyat berupa air bersih,” tegas Sanem.
Ia menjelaskan, segala aktivitas penambangan di kolam sumber air baku Air Serkuk tidak bisa dibenarkan dengan alasan apapun termasuk faktor ekonomi.
“Apapun alasannya mau alasan perut atau apapun, tidak bisa. Tetap itu pengrusakan objek vital itu dan sudah kategori kudeta,” bebernya.
Sanem berharap, para penambang yang sebelumnya berhasil terjaring razia Polres Belitung di kolam sumber air baku Air Serkuk mendapat proses secara hukum sebagai efek jera.
“Kemarin yang sudah tertangkap semua tetap diproses secara hukum. Bahkan, mungkin sanksinya akan terkena beberapa pasal. Di antaranya undang-undang minerba, lingkungan hidup, kehutanan, dan dari sisi pengrusakan objek vital tadi,” ungkapnya.
Oleh karena itu, pihaknya akan segera membentuk tim untuk menertibkan akitivitas tambang ilegal di kolam Air Serkuk.
Tim ini akan bertugas menertibkan para penambang yang masih melakukan aktivitas penambangan. Biasanya, penambang melakukan aksinya secara “kucing-kucingan” di lokasi tersebut terutama saat malam hari.
“Dulu tidak ada kewenangan. Sekarang kami inisiatif membentuk tim secara terpadu. Kami akan mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas, Babinsa, perangkat RT dan RW di desa,” terangnya.
Selain itu, lanjut Sahani, tim juga akan mengusut para penampung dan pembeli timah ilegal tersebut.
“Penampung, pembeli, termasuk pemodalnya juga akan kami usut,” tegas Sanem. (TIM)







