BelitongToday, Tanjungpandan – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Belitung melakukan kegiatan fasilitasi pemahaman kepemiluan kepada penyandang disabilitas di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Tanjung Pandan, Kamis (25/1) kemarin.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepemiluan kepada para siswa penyandang disabilitas yang tengah menempuh pendidikan di SLB Negeri Tanjungpandan.
“Tujuannya adalah agar pemahaman tentang kepemiluan siswa SLB Negeri Tanjungpandan dapat meningkat,” jelas Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Belitung, Heikal Fackar, Jumat (26/1).
Menurutnya, selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk memastikan agar para siswa penyandang disabilitas yang telah terdaftar menjadi pemilih di Pemilu 2024 dapat menggunakan hak pilihnya.
“Bawaslu Belitung menjamin agar pemilih disabilitas ini dapat menggunakan hak pilihnya di Pemilu 2024,” jelas Heikal.
Heikal menambhakan, penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk memilih dan dipilih di Pemilu 2024 mendatang.
Ia berharap, tidak ada perlakuan diskriminatif kepada para penyandang disabilitas di Pemilu 2024 nanti.
“Apabila ada perlakuan diskriminatif dari anggota KPPS di lapangan silahkan melapor ke Bawaslu Belitung,” pinta Heikal.
Ia pun mengajak para siswa penyandang disabilitas untuk aktif mengawasi pelaksanaan Pemilu 2024. Para siswa dapat melapor apabila menemukan adanya dugaan pelanggaran pemilu.
“Silahkan melapor jika menemukan adanya dugaan pelanggaran di lapangan,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala SLB Negeri Tanjungpandan, Rahma Duniati mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi Bawaslu Belitung yang telah menggelar kegiatan sosialisasi kepemiluan kepada para siswa-siswi disabilitas.
“Sebab selama ini siswa-siswi kami minim sekali informasi tentang Pemilu 2024,” terangnya. (Nazriel)







