BelitongToday, Membalong – Wakil Bupati Belitung, Syamsir, menghadiri kegiatan Tabligh Akbar dalam rangka Hari Jadi Dusun Rejosari ke-39 Tahun 2025 yang berlangsung di pelataran halaman Masjid Al-Huda Dusun Rejosari, Desa Membalong, Kabupaten Belitung pada Sabtu malam, 1 November 2025.
Acara tersebut turut dihadiri Plt Kakan Kemenag Belitung, Suyanto, Kepala Desa Membalong, Firmansyah, Pengasuh Ponpes An Nawawi VIII Membalong, Ustadz Cherizudin Amin, serta penceramah KH. Agus Ulinuha yang merupakan pengasuh Ponpes Darul Hikmah Kiyai Abdan Kembang Kuning, Magelang.
Ratusan jamaah bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama tampak antusias mengikuti kegiatan keagamaan yang menjadi puncak peringatan hari jadi dusun tersebut.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Syamsir menyampaikan salam dan permohonan maaf dari Bupati Belitung yang tidak dapat hadir karena sedang berada di Kota Semarang untuk meninjau Mes Mahasiswa Belitung di sana.
“Insyaallah, tahun depan kami berdua Bupati dan saya akan hadir bersama masyarakat Rejosari dalam kegiatan yang sama,” ujar Syamsir disambut tepuk tangan jamaah.
Syamsir juga mengungkapkan kedekatannya dengan warga Dusun Rejosari. Ia menceritakan pernah membantu pengurusan administrasi kependudukan hingga ke Desa Pakis, Kabupaten Magelang, serta membantu pengurusan BPJS bagi warga setempat.
“Saya sudah lama merasa dekat dengan masyarakat Rejosari, jadi rasanya seperti pulang ke rumah sendiri,” tuturnya dengan hangat.
Pada kesempatan itu, Syamsir mengundang KH. Agus Ulinuha untuk makan malam di rumah dinas Wakil Bupati Belitung sebagai bentuk silaturahmi.
Menutup sambutannya, Syamsir menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Belitung dan Pemerintah Desa untuk terus berkolaborasi dalam membangun daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kebersamaan dan kolaborasi inilah kunci kemajuan desa dan kabupaten. Mari terus menjaga semangat ini,” pungkasnya.
Tabligh Akbar tersebut menjadi momentum tidak hanya untuk memperingati usia Dusun Rejosari yang ke-39, tetapi juga mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat melalui nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan. (Angga)







