BelitongToday, Tanjungpandan – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Belitung terus mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Belitung menggunakan aplikasi sistem informasi kearsipan dinamis terintergrasi (Srikandi).
Kepala Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Belitung, Paryanta mengatakan, aplikasi Srikandi merupakan aplikasi yang memiliki berbagai macam fungsi dalam pengadministrasian tata kelola kearsipan.
Apalagi aplikasi Srikandi itu telah dilaunching pada tahun 2022 lalu.
Penggunaan aplikasi Srikandi itu sudah berjalan di beberapa OPD dan ada beberapa OPD yang masih terkendala terutama masalah sumber daya manusia (SDM).
“Jadi kendala itu masih pada SDM karena harus ada operator di setiap OPD dan sarana prasarana. Tapi itu tidak terlalu prinsip, sebab masih bisa menggunakan prin scaner yang rangkap printer itu,” kata Paryanta.
Menurutnya, di setiap OPD itu tinggal komitmen mereka ingin melaksanakan Srikandi itu. Jika kepala OPD ada komitmen kuat untuk menggunakan Srikandi, maka kendala itu bisa diatasi.
Padahal, srikandi itu memudahkan, sebab kapan dan dimana saja bisa mendantangani surat dinas, pengunaan kertas akan berkurang.
“Kami juga siap memberikan pendampingan, kalau ada kesulitan dalam melaksanakan Srikandi itu,” jelasnya.
Paryanta menerangkan, saat ini telah ada OPD yang melaksanakan srikandi sepenuhnya dan ada juga yang semi melaksanakan srikandi. Sedangkan dengan menggunakan Srikandi itu tidak lagi menggunakan kertas.
“Ada OPD yang mengirim surat lewat srikandi tanpa kertas, tapi ada juga OPD yang menggunakan elektronik pada tanda tangan saja. Sedangkan pengiriman tidak lewat srikandi dan masih bentuk kertas,” paparnya.
Oleh karena itu, Paryanta menambahkan, mereka terus mendorong semua OPD di Belitung menggunakan srikandi. Hal ini dengan melatih operator mereka untuk bisa memahami cara kerja aplikasi itu. (Adoy)







