BelitongToday, Tanjungpandan – Sebanyak 106 sampel makanan buka puasa atau takjil di Kabupaten Belitung dipastikan aman dari kandungan bahan berbahaya.
Sampel tersebut diambil secara acak dari sejumlah pedagang takjil di wilayah Tanjungpandan.
Kantor Loka Pengawasan Obat dan Makanan (Pom) di Kabupaten Belitung melakukan kegiatan intensifikasi pangan makanan berbuka puasa atau takjil di bulan suci Ramadhan 1445 Hijriah.
Tujuannya adalah melindungi masyarakat dari mengkonsumsi bahan makanan yang berbahaya.
“Selama bulan suci Ramadhan 1445 Hijriah kami melakukan intensifikasi pengawasan pangan takjil atau makanan berbuka puasa,” kata Kepala Loka Pom Belitung, Asruddin, Jumat 15 Maret 2024.
Disampaikannya, kegiatan ini pun rutin yang digelar setiap tahun khususnya di bulan Ramadhan.
“Total ada enam lokasi pengawasan takjil Ramadhan 1445 Hijriah dua sudah kami lakukan kemarin dan masih ada empat lokasi lagi baik di Belitung dan Belitung Timur,” tandasnya.
Asruddin menyampaikan, hasil pemeriksaan 106 sampel makanan berbuka puasa tersebut seluruhnya memenuhi syarat, tidak ditemukan adanya penggunaan bahan berbahaya yang sering disalahgunakan dalam pembuatan jajanan atau pangan berbuka puasa.
“Hasil pemeriksaan 106 sampel semuanya memenuhi syarat. Jadi belum ditemukan adanya penyalahgunaan bahan berbahaya ke dalam pangan berbuka puasa,” katanya.
Metode pemeriksaan dengan menggunakan alat “rapid kid test” untuk menguji secara cepat kandungan bahan berbahaya yang terdapat di dalam makanan takjil buka puasa.
“Yang kami cek adalah empat bahan berbahaya yang sering disalahgunakan dalam makanan yaitu boraks, formalin, rhodamin B dan methanyl yellow,” terangnya. (Nazriel)







