BelitongToday, Tanjungpandan – Sekitar 15.000 masyarakat tumpah ruah mengikuti kegiatan Belitung City Street Carnival. Bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno, Minggu (3/9) pagi.
Jalan santai tersebut mulai dari garis start di halaman Gedung Nasional Tanjungpandan. Para peserta akan menyusuri sejumlah heritage warisan sejarah yang ada di Kota Tanjungpandan.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi antusiasme para peserta jalan santai tersebut. Ia menilai ini sebagai momentum kebangkitan pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif pasca Pandemi Covid-19.
“Saya sangat berterima kasih kepada masyarakat Belitung kepada Pj Gubernur Babel, Bupati Belitung dan Wakil Bupati Belitung. Juga, Sekjen Kementerian ESDM serta teman-teman dari Kementerian ESDM. Kami melihat ini antusiasme masyarakat menyambut kebangkitan, mungkin ini yang terbesar setelah pandemi Covid-19, kita bisa berkumpul 15.000 peserta,” katanya.
Berharap Gerakkan Ekonomi Lokal
Ia berharap, event sebesar itu dapat menggerakkan ekonomi lokal masyarakat menyambut kedatangan para wisatawan ke Belitung.
“Ini (Belitung, red) adalah destinasi pariwisata prioritas nasional yang sedang kita kembangkan. Dan ini kita harapkan dapat menciptakan geliat ekonomi masyarakat menjadi lebih sejahtera. Tadi saya tanya mereka semuanya semangat,” ujarnya.
Berdasarkan perbincangannya dengan masyarakat, Sandiaga melanjutkan, masyarakat menginginkan ekonomi lebih baik. Juga, lapangan kerja lebih mudah, dan harga bahan kebutuhan lebih stabil.
“Itu yang ingin kami hadirkan, saya melihat antusiasme masyarakat menunjukkan masyarakat siap berkolaborasi dengan pemerintah. Untuk keberlanjutan pembangunan,” tutur Sandiaga Uno.
Ia menambahkan, saat ini pihaknya terus mendorong penerbangan internasional langsung ke Belitung. Hal ini sebagaimana keinginan para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif sebelumnya.
“Saya bilang harus ada landasan event-event internasional, seperti pelaksanaan KTT ASEAN. Kabupaten Belitung dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung harus mengambil peluang. Bagaimana nanti setelah selesai KTT ASEAN di Jakarta mereka melanjutkan liburan ke Belitung,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi sejumlah heritage Belitung sebagai destinasi wisata sejarah.
“Situs ini nantinya akan direvitalisasi sebagai daya tarik tambahan lainnya Belitung selain Tanjung Tinggi dan Tanjung Kelayang. Juga, Tanjung Binga, Tanjung Pendam, dan kemarin di Manggar, jadi ini bisa kita kembangkan lagi menjadi atraksi dan healing ke Belitung,” paparnya. (Angga)







