Home / Belitong Politics

Selasa, 12 Desember 2023 - 16:09 WIB

Proyek ‘Food Court’ Dapat Tambahan Anggaran di Tengah Jalan, Hendra Pramono: Tidak Masuk Akal


Wakil Ketua II DPRD Belitung, Hendra Pramono saat memimpin jalannya Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait keterlambatan penyelesaian pekerjaan 'Food Court' dari batas waktu yang termuat di dalam kontrak pada 5 Desember lalu di ruang Banmus DPRD Belitung, Selasa (12/12).

Wakil Ketua II DPRD Belitung, Hendra Pramono saat memimpin jalannya Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait keterlambatan penyelesaian pekerjaan 'Food Court' dari batas waktu yang termuat di dalam kontrak pada 5 Desember lalu di ruang Banmus DPRD Belitung, Selasa (12/12).

BelitongToday, Tanjungpandan – Proyek pekerjaan pembangunan ‘Food Court’ di jalan Sriwijaya, Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, mendapatkan tambahan anggaran sebesar Rp1,1 miliar di tengah berlangsungnya pekerjaan pembangunan tersebut.

Penambahan anggaran ini terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) oleh DPRD Belitung terkait keterlambatan pekerjaan pembangunan ‘Food Court’ di ruang Banmus DPRD Belitung, Selasa (12/12).

Alasan adanya penambahan anggaran tersebut lantaran volume pekerjaan di lapangan ternyata tidak memiliki kesesuaian dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah mereka susun.

Sebelumnya nilai kontrak proyek pembangunan ‘Food Court’ Belitung adalah sebesar Rp10,7 miliar. Kontrak pekerjaan tersebut ditandatangani pada 10 April lalu dan berakhir pada 5 Desember.

Baca Juga  Tim Pemenangan Ganjar - Mahfud di Belitung Resmi Terbentuk, Target Raup 70 Persen Suara di Pilpres 2024

Namun di tengah jalan, karena ada ketidaksesuaian volume pekerjaan di lapangan, maka ada penambahan anggaran sebesar Rp1,1 miliar. Sehingga totalnya menjadi Rp11,8 miliar, meskipun plafon anggaran dari pekerjaan pembangunan ‘Food Court’ adalah Rp12 miliar.

“Volume pekerjaan di lapangan tidak sesuai dengan RAB ini sebenarnya tidak masuk akal, mengapa pihak pelaksana melaksanakan pekerjaan yang di luar RAB, berarti pelaksana CV. Wahyu Lestari ini aneh, karena yang seharusnya mereka kerjakan, tidak mereka kerjakan. Namun, yang tidak disuruh malah mereka kerjakan” jelas Hendra Pramono.

Baca Juga  Koalisi Ramping, Pasangan Isyak Meirobie dan Masdar Nawawi Bikin Lebih Gercep dan Cepat

Akan tetapi, Hendra melanjutkan, penambahan anggaran ini masih boleh karena tidak melebihi 10 persen dari nilai kontrak pekerjaan tersebut.

“Penambahan ini secara aturan boleh, karena tidak melebihi 10 persen. Kami juga sudah banyak bertanya dengan orang. Cuma masalahnya di sini kami melihat pihak perusahaan sengaja menawar serendah-rendahnya hanya untuk memenangkan. Dengan harapan ke depannya akan ada penambahan anggaran,” ucapnya.

Share :

Baca Juga

Belitong Politics

Yuspian Mundur Sebagai Pj Bupati Belitung, Ini Tanggapan Hendra Pramono
Rapat Paripurna

Belitong Politics

Wujudkan Akuntabilitas, DPRD Belitung Gelar Rapat Paripurna Rekomendasi LKPJ Bupati Belitung Tahun 2022

Belitong Politics

Laksanakan Reses, Didin Serap Aspirasi Masyarakat

Belitong Politics

Kasus DBD di Belitung Capai 511 Kasus, Sembilan Orang Meninggal Dunia

Belitong Politics

Sah! PKB Jagokan Azwardy Azhar dan Sunardi di Pilkada Belitung 2024

Belitong Politics

Sah! Ini Perolehan Kursi Partai Politik dan Caleg Terpilih DPRD Belitung di Pemilu 2024

Belitong Politics

Pemandangan Unik Saat Inagurasi Isyak – Masdar, Ada Truk Sawit Hingga Excavator Mini, Ternyata Ini Filosofinya!

Belitong Politics

Hadiri Pelepasan Rombongan Press Gathering 2024, Ketua DPRD Belitung Ajak Insan Pers Tingkatkan Kolaborasi