Home / Belitong Politics

Senin, 18 Desember 2023 - 18:35 WIB

Kasus DBD di Belitung Capai 511 Kasus, Sembilan Orang Meninggal Dunia

RDP penanggulan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang dilaksanakan oleh DPRD Belitung bersama Dinkes Belitung dan pihak RSUD Marsidi Judono Belitung di Ruang Banmus DPRD Belitung, Senin (18/12).

RDP penanggulan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang dilaksanakan oleh DPRD Belitung bersama Dinkes Belitung dan pihak RSUD Marsidi Judono Belitung di Ruang Banmus DPRD Belitung, Senin (18/12).

BelitongToday, Tanjungpandan – Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Belitung hingga15 Desember 2023 mencapai 511 kasus. Sedangkan angka kematian akibat penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti tersebut mencapai sembilan kasus.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Belitung, Dian Farida dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Belitung terkait penanggulangan penyakit DBD di ruang Banmus DPRD Belitung, Senin (18/12) siang.

“Jumlah kasus sampai 15 Desember 2023 ada sebanyak 511 kasus, jumlah kematian sembilan orang, tadinya delapan bertambah menjadi, satu kemarin anak berusia enam tahun,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, selama ini, pihaknya bersama puskesmas dan pihak rumah sakit telah melakukan sejumlah langkah dan tindakan dalam mencegah penularan DBD salah satunya adalah pengendalian vektor.

Baca Juga  Cegah Penyalahgunaan Anggaran di Sekolah, Kejaksaan Negeri Beltim Berikan Penyuluhan Hukum

“DBD ditularkan oleh nyamuk maka kami harus melakukan pengendalian vektor ini merupakan kegiatan yang utama termasuk surveilans,” jelasnya.

Ia menambahkan, Dinas Kesehatan Belitung juga memiliki tim Penyelidikan Epidemiologi (PE). Tim ini, lanjut Dian, akan bekerja menyelidiki kasus DBD berdasarkan laporan yang diterima dari masyarakat.

“Apabila laporan diterima maka kami menurunkan tim untuk melakukan penyelidikan kasus tersebut, sudah ada SOP-nya. Jadi tim PE ini tugasnya mencari penderita lain dengan gejala DBD seperti demam di luar pasien tersebut,” tandasnya.

Baca Juga  Pilkades Serentak Usai Digelar, Desa Kurnia Jaya dan Mentawak Bakal Dipimpin Kades Baru

Dian menambahkan, tim PE tersebut juga akan melakukan pemeriksaan jentik atau tempat bersarangnya nyamuk. Karena penularan penyakit DBD disebabkan oleh gigitan nyamuk aedes aegypti.

“Maka kami harus memeriksa tempat perindukan nyamuk dan ini berjarak 100 meter dari tempat tinggal penderita DBD itu,” jelasnya.

Ia pun menerangkan, dari hasil penyelidikan tersebut, apabila ditemukan ada tiga orang yang mengalami gejala demam dan angka pertumbuhan jentik di atas lima persen maka dilakukan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

“Meskipun PSN ada atau tidak ada jentik sebagai langkah antisipatif maka harus dilaksanakan PSN,” pungkasnya. (Nazriel)

https://youtu.be/tfaPa_n1hYk?si=UWRpLJmyCP4MXSQD

Share :

Baca Juga

Belitong Politics

Hendra Caya – Sylpana Siap Percepat Pembangunan Belitung

Belitong Politics

Mengejutkan! Bang Away Putuskan Mundur dari Pilkada Belitung 2024, Benarkah Jadi Tumbal Kepentingan Parpol?

Belitong Politics

Digelar Tertutup, DPRD Gelar Rakor Netralitas ASN, Benarkah Terkait Dugaan Pelanggaran Netralitas Yuspian?

Belitong Politics

Pengurus Badan Wakaf Indonesia (BWI) Belitung Resmi Dikukuhkan

Belitong Politics

KPU Belitung Kurangi Jumlah TPS di Pilkada 2024, Maksimal Layani 600 Pemilih

Belitong Politics

Mantan Wagub Babel Siap Maju di Pilkada Belitung 2024, Ambil Formulir di Nasdem Belitung
Komisi X DPR RI

Belitong Politics

Bahas RUU Kepariwisataan, Komisi X DPR RI Berkunjung ke Geosite Bukit Peramun
Baliho PDI

Belitong Politics

Taufik Mardin Berang, Baliho PDI Perjuangan Banyak Dirusak OTK