BelitongToday, Tanjungpandan – Pj Bupati Belitung, Yuspian menyerahkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) tahun anggaran 2024. Acara berlangsung di Ruang Rapat Setda Pemkab Belitung, Selasa (23/1) siang.
Kegiatan dihadiri oleh seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat, dan lurah se-Kabupaten Belitung.
Selain menyerahkan DPA juga dilakukan kegiatan penandatanganan perjanjian kinerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Belitung tahun 2023.
Pj Bupati Belitung, Yuspian dalam arahannya menyampaikan kepada masing-masing kepala OPD agar dapat melaksanakan program pembangunan secara maksimal demi tercapainya tujuan pembangunan di masyarakat.
“Pertemuan pada hari ini adalah tindak lanjut pertemuan sebelumnya karena tidak semua kepala OPD hadir tujuannya adalah untuk merumuskan apa program yang akan kita susun dan laksanakan dalam pembangunan nanti,” jelas Yuspian.
Ia mengatakan, dalam masa kepemimpinan sebagai Pj Bupati Belitung akan fokus pada 10 substansi atau konsentrasi.
Ia menyebutkan, pertama inflasi, kedua stunting, ketiga BUMD (banyak kendala yang terjadi), keempat pelayanan publik, kelima pengganguran, keenam kemiskinan ekstrem, ketujuh kesehatan, kedelapan penyerapan anggaran, kesembilan kegiatan per bulan (wajib dilaporkan), dan kesepuluh kegiatan perizinan.
“Kehadiran saya sebagai Pj Bupati Belitung adalah untuk memastikan roda pemerintahan berjalan dengan baik,” jelasnya.
Ia menjelaskan, setiap program yang telah dilaka atau dijalankan oleh masing-masing OPD akan dilakukan evaluasi per tiga bulan sekali.
“Kami minta kepala OPD bekerja seusai dengan indikator atau indeks yang sudah ditetapkan,” harapnya.
Fokus Bangkitkan Pariwisata Belitung
Pj Bupati Belitung, Yuspian juga menerangkan dalam masa kepemimpinannya sebagai Pj Bupati Belitung akan fokus di dalam memajukan kembali kondisi pariwisata di Tanah Air.
Dalam waktu dekat salah satu agenda pariwisata yang disiapkan adalah Festival Sembahyang Kubur (Cheng Beng).
Yuspian meyakini ini akan menarik jumlah kunjungan wisatawan ke Belitung. Diketahui di Belitung ada sebanyak 11.000 kuburan etnis warga Tionghoa dan ini akan menjadi daya tarik bagi para peziarah untuk datang.
“Dari 11.000 kuburan Cina itu 70 persen masih diziarahi oleh pihak keluarga dan ini tentunya akan menjadi peluang untuk meningkatkan kunjungan mereka ke Belitung,” jelas Yuspian. (Angga)







