BelitongToday, Sijuk – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI menggelar Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) pengendalian penduduk di Ballroom Hotel Santika, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa, 20 Februari 2024.
Rapat mengangkat tema “Pembangunan Berwawasan Kependudukan Mewujudkan Keluarga Berkualitas Menuju Indonesia Emas 2045”.

Dalam rakornis tersebut Kepala BKKBN RI, Hasto Wardoyo mengingatkan tentang waspada bonus demografi. Pesan ini disampaikan kepada Kepala Perwakilan BKKBN RI di seluruh Indonesia.
Hasto menyebutkan, banyak daerah di Indonesia yang sudah mencapai kondisi bonus demografi. Sehingga tantangan bonus demografi harus dihadapi dan disikapi dengan penyiapan kualitas SDM yang baik

“Ada sebagian orang yang merasakan nanti akan ada bonus demografi, padahal secara nasional puncaknya di 2020, jadi sebenarnya kita sudah meninggalkan puncak demografi dan sebenarnya sebentar lagi kita akan menutup bonus demografi,” jelasnya.
Ia menyampaikan, SDM di Indonesia harus disiapkan dengan sebaik mungkin dalam menghadapi tantangan bonus demografi. Sehingga sebagaimana pesan Presiden Jokowi agar tidak terjebak dalam “middle income trap”.

Menurutnya, apabila kualitas SDM tidak ditingkatkan maka Indonesia akan banyak diisi oleh generasi tua, pada umumnya generasi tua di Indonesia berpendidikan rendah dan ekonominya lemah.
“Jadi saya rasa paradigma soal kependudukan hari ini sudah harus bergeser tidak lagi bicara soal kuantitas melainkan kualitas,” tutupnya. (Angga/Rel)







