BelitongToday, Tanjungpandan – H. Suherman atau sering siapa Mas Herman yang merupakan putra mantan Bupati Belitung periode 1967-1972 H.AS Hanandjoeddin berpulang.
H. Suherman menghembuskan napas terakhirnya di kota Perth, Australia pada, Sabtu 24 Februari 2024 lalu. Jenazah rencananya akan dibawa pulang ke Tanah Air dan disemayamkan di rumah sang adik di jalan Gatot Subroto, Air Saga atau di depan SMA Negeri 1 Tanjungpandan.
Namun rencana dibawa pulangnya jenazah ke Tanah Air batal dilaksanakan. Disampaikan oleh pihak keluarga, para ulama di Perth, Australia dan para jamaah di sana menginginkan agar almarhum H. Suherman dimakamkan di Australia saja. Pihak keluarga akhirnya pun mengikhlaskan almarhum untuk dimakamkan di “Negeri Kangguru” tersebut.
Sosok Low Profile
Haril M. Andersen penulis buku biografi Letkol (Purn) Pas H.AS Hanandjoeddin “Sang Elang” dan buku “Memenuhi Panggilan Rakyat, Kiprah dan Kenangan Sosok Bupati H.AS Hanandjoeddin” mengisahkan kenangannya dengan sosok almarhum H. Suherman (78).
Menurut Haril, almarhum H. Suherman adalah anak laki-laki tertua “Pak Long” H.AS Hanandjoeddin.
Haril mengenal sosok almarhum, H. Suherman sebagai pribadi yang sederhana (low profile).
“Beliau (almarhum H. Suherman, red) adalah sosok yang low profile. Bicaranya lembut dan penuh nasihat,” tulis Haril melalui pesan WhatsApp, Senin 26 Februari 2024.
Ia pertama kali bertemu dengan sosok almarhum H. Suherman (78) di tahun 2005 atau pada saat awal penyusunan buku “Sang Elang”.
“Ketika itu beliau pulang cuti ke Tanjungpandan,” ujarnya.
Selanjutnya, Haril terakhir bertemu dengan sosok almarhum H. Suherman (78) pada 2019 lalu dan itupun di momen yang sama yakni saat almarhum pulang ke Belitung.
Selain itu, Haril melanjutkan bahwasanya sosok almarhum H. Suherman (78) adalah seorang mubaligh di Perth, Australia.
“Beliau seorang mubaligh WNI di Australia yang sudah 40 tahun lebih tinggal di Perth, Australia,” jelasnya. (Nazriel)







