BelitongToday, Tanjungpandan – Kegiatan Rukyatul Hilal atau pemantauan anak bulan 1 Ramadhan 1445 Hijriah di kawasan wisata pantai Tanjungpendam, Kabupaten Belitung kembali terhalang awan mendung pada, Minggu 10 Maret kemarin.
Hasil ini menambah daftar dan rentetan setelah sekian tahun lamanya hilal tidak berhasil diamati atau terlihat dari titik pantau di pantai Tanjungpendam.
Adapun salah satu faktor penyebab kembali tidak terlihatnya hilal dari titik pantau di pantai Tanjungpendam adalah karena faktor cuaca buruk seperti mendung dan hujan.
“Pada sore hari ini sepertinya memang hilal tidak akan terlihat dari sini (Pantai Tanjungpendam, red) karena cuaca mendung,” kata Kepala Kantor Kementerian Agama Belitung, Masdar Nawawi pada saat memberikan kata sambutan dalam acara Rukyatul Hilal 1 Ramadhan 1445 Hijiriah di pantai Tanjungpendam, Minggu 10 Maret kemarin.
Menurut Masdar, untuk memindahkan lokasi titik pemantauan hilal dari pantai Tanjungpendam ke alternatif lokasi lain dikarenakan dalam beberapa tahun terakhir hilal tidak pernah terlihat memang membutuhkan waktu dan proses.
Hal ini dikarenakan kawasan pantai Tanjungpendam merupakan satu dari 134 titik pantau nasional untuk menentukan awal bulan Ramadhan 1445 Hijriah.
“Pantai Tanjungpendam ini adalah titik pantau nasional yang resmi ditetapkan dan dipilih koordinatnya oleh Kementerian Agama Republik Indonesia,” jelasnya.
Bahkan, kata Masdar, beberapa tahun lalu kegiatan Rukyatul Hilal juga sempat dilaksanakan di atas ‘Rooftop” hotel BW Suite Tanjungpandan yang terletak di jalan Pattimura. Namun hal sama juga terjadi, hilal gagal teramati.
Lokasi Baru
Menurut Kepala Kantor Kementerian Agama Belitung, Masdar Nawawi menjelaskan akan segera berkoordinasi terkait tidak terpantaunya hilal dari titik pantau di pantai Tanjungpendam dalam beberapa tahun terakhir.
Hal ini dilakukan apakah nantinya akan ada lokasi atau titik pengamatan hilal di wilayah Belitung yang lebih strategi sehingga hilal bisa teramati.
Ia menyampaikan, ada satu lokasi yang sudah pernah disurvei namun belum ditindaklanjuti dan akan dikoordinasikan kembali terkait rencana titik pantau hilal tersebut yakni di Bukit Semalar, Dendang Belitung Timur.
“Bukit Semalar ini jalannya dari kebun sawit, kondisi bukit tinggi jadi memiliki potensi untuk mengamati hilal, kami juga sudah sempat bawa tim survei ke sana, semoga nanti ada tindaklanjutnya,” harap Masdar. (Nazriel)







