Home / Belitong Humanities

Rabu, 12 Juni 2024 - 18:45 WIB

Rasa Bangga dan Haru, KRI Dewaruci Tinggalkan Beltim

KRI Dewaruci bertolak menuju Dumai dan meninggalkan Kabupaten Belitung Timur dengan rasa haru dan bangga.

KRI Dewaruci bertolak menuju Dumai dan meninggalkan Kabupaten Belitung Timur dengan rasa haru dan bangga.

BelitongToday, Manggar – Bupati Belitung Timur (Beltim) Burhanudin didampingi Komandan Angkatan Laut Babel Kolonel Laut (P) Erwin Herdianto, melepas keberangkatan Kapal Republik Indonesia (KRI) Dewaruci dalam melaksanakan pelayaran Muhibah Budaya Jalur Rempah (MBJR) tahun 2024 di Kabupaten Beltim.

Pelepasan KRI Dewaruci dilaksanakan di Pelabuhan Tanjung Keluang Desa Aik Kelik Kecamatan Damar, Rabu (12/6), dimana Komandan KRI Dewaruci Letkol Laut (P) Rhony Lutviadhani memberi perintah anak buahnya untuk melepas tali tambat untuk meninggalkan dermaga Tanjung Keluang, Kabupaten Beltim.

Tampak suasana bangga dan haru mewarnai detik-detik pelepasan tali tambat diiringi marchingband MTs Manggar dan atraksi barongsai sebagai tanda KRI Dewaruci melanjutkan pelayaran ke Kota Dumai Provinsi Riau.

Bupati Beltim Burhanudin mengucapkan terimakasih atas partisipasi dan semangat yang telah dicurahkan selama mengikuti tiap rangkaian acara di Beltim.

Baca Juga  Pemenang PKK Kabupaten Ikuti Lomba Tingkat Provinsi

“Atas nama Pemkab Beltim dan masyarakat, kami mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan MBJR. MBJR merupakan momen penting untuk memperkenalkan kembali kejayaan maritim Indonesia. Terima kasih kepada Ketua Tim MBJR 2024, pihak Kemendikbudristek RI dan TNI AL atas kesempatan yang diberikan sehingga KRI Dewaruci bisa berlabuh di Kabupaten Beltim,” kata Burhanudin.

Burhanudin yang akrab disapa Aan berharap agar momentum MBJR dapat memberdayakan potensi maritim dan mengangkat nilai kearifan lokal sehingga dapat mewujudkan jalur rempah sebagai warisan dunia serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya di Belitung Timur.

“Belitung Timur akan menjadi saksi perjalanan KRI Dewaruci yang luar biasa dalam menjelajahi tradisi rempah” tutur Aan.

Disisi lain, Komandan KRI Dewaruci Letkol Laut (P) Rhony Lutviadhani mengungkapkan terimakasih atas keramahan dan ketulusan selama rombongan KRI Dewaruci di Beltim sejak 9-12 Juni 2024.

Baca Juga  Diskominfo SP Beltim Raih Penghargaan Terbaik SAKIP Perangkat Daerah

“Kami dan prajurit KRI Dewaruci beserta laskar rempah mohon diri dan mengucapkan banyak terimakasih atas sambutan, keramahan dan ketulusan bapak/ibu sekalian serta seluruh masyarakat Beltim,” ungkap Letkol Laut (P) Rhony dalam sambutannya.

Ia mengungkapkan selama di Beltim, ia dan rombongan sangat menikmati indahnya Kabupaten Beltim dan mempelajari tentang jejak rempah yang ada di Beltim dari masa lampau dan masa kini menjadi penanda pentingnya peran Beltim pada jalur rempah.

“Beltim sangat berkesan dan kami sangat menikmati Beltim yang banyak tempat wisata dan sejarah jalur rempah. Saya sudah mengunjungi replika SD Laskar Pelangi yang sebelumnya hanya melihat di youtube,” ungkapnya.

Ia menyampaikan ijin melanjutkan pelayaran ke Dumai dan mohon doa agar selalu diberi keselamatan dan kelancaran. (Angga/Rel)

Share :

Baca Juga

Belitong Humanities

Tersedia TPS Khusus, WBP Lapas Kelas II B Tanjungpandan Siap Gunakan Hak Pilih di Pilkada 2024

Belitong Humanities

‎SMA Universal Belitung Diresmikan, Gubernur Babel Tandatangani Prasasti dan Gunting Pita

Belitong Humanities

Masyarakat Belitung Laksanakan Ziarah Kubur di Momentum Idul Fitri 1445 Hijriah

Belitong Humanities

Peringatan HUT ke-25 DWP Kabupaten Belitung, Momentum Menguatkan Pondasi dan Transformasi Organisasi
Safari Ramadan

Belitong Humanities

Jalin Silaturahmi di Bulan Suci, Ini Jadwal Safari Ramadan Pemkab Belitung

Belitong Humanities

Razia Penginapan, Satpol PP Belitung Amankan Adik-adik Disinyalir Open BO
Hari Santri 2023

Belitong Humanities

Jadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Santri 2023, Sanem Minta Santri Kuat Rohani dan Jasmani

Belitong Humanities

Wamenbud Giring Ganesha Tinjau Koleksi Museum Tanjungpandan, Ini Kesannya