BelitongToday, Badau – PLN Unit Induk Wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung meresmikan pengoperasian Unit Layanan Pusat Listrik Tenaga Diesel (UL-PLTD) di Pulau Rengit, Desa Pegantungan, Kecamatan Badau, Kamis (5/1) pagi.
Peresmian listrik di Pulau Rengit tersebut ditandai penekanan sirine oleh Pj Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ridwan Djamaluddin, Executif Vice President Operasi Distribusi Sumatera-Kalimantan PLN Agung Nugraha, General Manager PLN Unit Induk Wilayah Bangka Belitung, Ajrun Karim, Bupati Belitung, Sahani Saleh, dan Ketua DPRD Belitung, Ansori.
Pj Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ridwan Djamaluddin mengucapkan terima kasih kepada Bupati Belitung Sahani Saleh beserta jajarannya dan PLN yang telah mendukung program pemerintah untuk melistriki desa-desa khususnya daerah terluar, terpencil, serta terdepan.
“Alhamdulillah hari ini sudah ada penerangan yang lebih banyak walaupun sebelum ada pembangkit listrik PLN masyarakat sudah mengenal listrik melalui genset,” kata Ridwan Djamaluddin.
Menurut dia, program pemerintah tersebut dilakukan untuk meningkatkan elektrifikasi di Pulau Rengit, sebab dari 43 Kepala Keluarga (KK) sudah 41 Kepala Keluarga (KK) berlangganan listrik perdesaan tersebut.
Maka saat ini selama 12 jam PLN akan beroperasi mulai pukul 18:00 WIB dengan daya 200 KV.
Ridwan menyebutkan, tentunya dengan kehadiran listrik ini masyarakat lebih nyaman dan anak-anak bisa belajar lebih lama serta dapat membantu kegiatan perekonomian.
Ridwan pun berharap masyarakat menggunakan listrik dengan efisien dan bijak.
Sementara itu, Executive Vice President Operational PLN Distribusi Sumatera-Kalimantan Agung Nugraha mengatakan selama ini Pulau Rengit merupakan salah satu Pulau di Babel yang menggunakan listrik non PLN, sedangkan jumlah jiwa dan kepala keluarga di Pulau Rengit juga cukup banyak.
Pembangunan pembangkit listrik di Pulau Rengit dimulai Juli 2022 dan Oktober dilakukan
pra kontruksi. Selanjutnya konstruksi dilakukan pada November, dan Desember penyambungan serta penyalaan listrik.
“Kolaborasi Pemprov, Kabupaten, Kecamatan, Desa, RT maupun warga itu berjalan baik,” tandasnya.
Pulau Rengit yang masuk dalam Desa Pegantungan, Kecamatan Badau ini memiliki luas sekitar 250 Hektar dan 146 Jiwa yang terbagi dalam 43 Kepala Keluarga, dan mata pencaharian utama masyarakat Pulau Rengit sebagai nelayan.
Sumber daya dan potensi Pulau Rengit yakni perikanan, pembuatan kapal, potensi pariwisata pantai, dan resort.
“Maka masuknya listrik PLN akan mengembangkan sumber daya dan potensi yang ada dan dapat membuka peluang investasi,” imbuhnya. (Adoy)







