Home / Belitong Humanities

Jumat, 18 Oktober 2024 - 19:24 WIB

Habib Umar Bin Idrus Alkhirid Ajak Masyarakat Belitung Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW

Pengajar pondok pesantren Anwarruttaufik Kota Batu Malang saat menyampaikan ceramah agama dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 Hijriah di kawasan wisata pantai Tanjungpendam, Belitung, Kamis 17 Oktober 2024.

Pengajar pondok pesantren Anwarruttaufik Kota Batu Malang saat menyampaikan ceramah agama dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 Hijriah di kawasan wisata pantai Tanjungpendam, Belitung, Kamis 17 Oktober 2024.

BelitongToday, Tanjungpandan – Habib Umar Bin Idrus Alkhirid selaku pengajar pondok pesantren Anwarruttaufik Kota Batu Malang mengajak umat Islam di Kabupaten Belitung meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW.

Hal ini disampaikannya saat mengisi ceramah peringatan Maulid Nabi Muhammad yang diselenggarakan oleh Majelis Puake di kawasan wisata pantai Tanjungpendam, Kamis 17 Oktober 2024.

Hadir dalam kegiatan tabligh akbar tersebut, Pj Bupati Belitung Mikron Antariksa beserta para tamu undangan lainnya.

Dalam ceramahnya, Habib Umar Bin Idrus Alkhirid mengajak masyarakat Belitung untuk meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga  Hati-Hati Dengan Malware Godfather! Serang Aplikasi Perbankan Seluler dengan Crypto

Menurutnya salah satu akhlak mulia yang dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW adalah kesabaran.

“Nabi Muhammad SAW pernah dilempar batu sampai berdarah, pernah diludahi wajahnya, pernah diletakkan kotoran onta di punggung ketika shalat di depan Ka’bah, namun Rasullullah SAW tidak pernah membalas kejahatan dengan kejahatan,” tandasnya.

Ia menjelaskan, sudah seyogyanya akhlak kesabaran yang ditunjukkan oleh Nabi Muhammad SAW ini diteladani oleh umat Islam.

“Begitu sabarnya dan mulianya akhlak Nabi Muhammad SAW, dan ini harus kita contoh dan menjadi pribadi yang pemaaf sebelum diminta maaf, namun ini berat perlu kesungguhan,” ungkapnya.

Baca Juga  Pemkab Belitung Jalin Kerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Selain itu, lanjut Habib Umar, Iblis dan setan berbahagia dan gembira kalau ada diantara umat Islam saling bermusuhan dengan yang lain, umat Islam membid’ahkan, mensyirikkan, menjelekkan, mengkafirkan, dan membunuh antar sesama umat Muslim.

“Hidup di dunia ada yang senang dan ada yang tidak senang dengan kita, maka kuncinya adalah kita tidak menggangu orang lain, hidup di dunia butuh kesabaran. Sabar adalah modal dan bekal dalam kehidupan dunia,” pesannya. (Nazriel)

Share :

Baca Juga

Belitong Humanities

TKRD ke 2 Digelar di Belitung
ASEAN

Belitong Humanities

Pemkab Belitung Matangkan Persiapan Pertemuan ASEAN HLTF-EI

Belitong Humanities

Jadi Oase Penyejuk, Berikut Sambutan Djoni Alamsyah di Pengukuhan Pokja Wartawan Belitung!

Belitong Humanities

‎Natal Penuh Harapan, Lapas Tanjungpandan Berikan Remisi Khusus kepada Warga Binaan

Belitong Humanities

Pengurus Perwabel Periode 2024-2028 Resmi Dikukuhkan
Aksi pembakaran terhadap kitab suci umat Islam

Belitong Humanities

MER-C Mengecam Keras Aksi Pembakaran Al Qur’an oleh Paludan di Swedia
renovasi Rumah Dinas Bupati

Belitong History

Selesai Direnovasi, Berikut Sejarah Pembangunan Rumah Dinas Bupati Belitung

Belitong Humanities

62 Calhaj Belitung Siap Berangkat ke Tanah Suci,