BelitongToday, Tanjungpandan – Tiga LO masing-masing pasangan calon Pilkada Belitung 2024 menolak adanya game story telling yang dikemas oleh KPU Belitung dalam acara debat publik atau debat terbuka perdana antar pasangan calon Pilkada Belitung 2024.
Debat publik atau debat terbuka perdana antar pasangan calon Pilkada Belitung 2024 bakal berlangsung di hotel Bahamas, Jumat 25 Oktober 2024 mendatang
LO paslon nomor urut 1 Djoni Alamsyah – Syamsir, Eman Sulaeman menilai game story telling ini dikhawatirkan akan membuat paslon kebingungan dan akhirnya terjebak dalam permainan ini.
Selanjutnya, kata Bang Eman, hal ini akan memicu memicu keriuhan para pendukung paslon dan akhirnya saling mengejek.
“Soal game apakah sebuah kewajiban, dan semua paslon bisa memahami. Kami khawatir mereka akan terjebak dan pendukung saling mengejek,” jelasnya dalam rapat teknis persiapan debat publik Pilkada Belitung 2024 yang berlangsung di kantor KPU Belitung, Selasa 22 Oktober 2024 sore.
Lebih lanjut, Eman menjelaskan apabila games ini akan membingungkan masing-masing paslon dan membuat mereka terjebak sebaiknya game ini dihilangkan saja.
“Pengalaman saya dulu waktu Pilkada 2018 ada paslon yang terjebak dengan semacam ini,” imbuhnya.
Senada disampaikan oleh LO paslon nomor urut 2 Isyak Meirobie dan Masdar Nawawi, Zulfriandi Afan alias Bang Ipen meskipun pihaknya tetap menghormati rencana segmen games story telling itu karena merupakan masukan dari tim perumus debat publik Pilkada Belitung 2024.
Namun, Bang Ipen tegas mengatakan agar games story telling ini jangan menjadi ajang untuk saling menjatuhkan paslon.
Maka apabila games story telling ini bukan aturan baku dari PKPU sebaiknya dihilangkan atau ditiadakan.
“Kita hormati, dan kita anggap semua paslon adalah setara dan mampu. Namun kami ingin tahu target dari games ini apa ? Pendalaman materi atau hanya mengukur kemampuan personality masing-masing paslon. Kami khawatir, karena saya kontestan Pilkada Belitung 2018 lalu, ada paslon yang terjebak,” bebernya.
Kemudian, LO paslon nomor urut 3, MZ Hendra Caya dan Sylpana yakni Agung menyampaikan hal yang sama agar dapat mempertimbangkan kembali dilaksanakannya segmen games story telling ini pada debat publik perdana nanti.
“Takutnya ada paslon yang blunder dan timbul kekacauan maka lebih baik tidak diselenggarakan games ini,” ungkapnya.
Tanggapan KPU Belitung
Sementara itu, anggota KPU Belitung, Heri Wibowo yang hadir dalam rapat teknis tersebut menjelaskan bahwa penamaan games story telling ini memang mungkin masih asing di telinga.
Namun, Bowo sapaan akrabnya menjelaskan game ini tidak jauh dari seputar visi dan misi yang sudah masing-masing pasangan calon sampaikan dan diverifikasi oleh Bappeda Belitung, tidak jauh dan tidak meleset dari cakupan itu.
“Jadi tidak jauh, ini hanya model dan metodenya saja yang berbeda. Jadi saya pikir ini tidak akan menjebak. Kami telah berdiskusi dengan tim perumus, kami ingin mengadakan debat sebagai forum dan medium yang seadil-adilnya dalam menyampaikan visi dan misi sehingga lebih maksimal dan optimal dalam menyampaikan program kerja,” jelasnya.
Kemudian anggota KPU Belitung, Melly Triani menjelaskan siap menampung dan menyerap masukan dari para LO paslon dan akan disampaikan ke tim perumus.
“Iya nanti akan kami sampaikan ke tim perumus, nanti akan kami sampaikan lewat zoom meeting demi menghemat waktu,” jelas Melly. (Nazriel)







