BelitongToday, Tanjugpandan – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama DPR RI berhasil melampaui target sambungan listrik gratis untuk rumah tangga tidak mampu di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Dari target 2.100 rumah tangga, hingga Desember 2024, tercatat 2.192 rumah tangga sudah menikmati akses listrik.
Pencapaian ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jisman Hutajulu, dalam acara Sosialisasi Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) di Desa Buluh Tumbang, Kecamatan Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, pada Minggu 8 Desember 2024.
Jisman mengungkapkan bahwa Program BPBL ini merupakan hasil perjuangan pemerintah dan telah disetujui oleh DPR RI untuk memberikan akses listrik kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Kami dari Pemerintah menginginkan di Kabupaten Belitung semua harus mendapatkan listrik,” ujar Jisman, menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan listrik tersedia tidak hanya di kota, tetapi juga di desa-desa.
Jisman juga mengimbau agar rumah tangga yang belum mendapatkan sambungan listrik segera melaporkan datanya ke Kementerian ESDM agar dapat dimasukkan dalam program ini pada tahun depan.
Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya menyampaikan apresiasinya terhadap program yang sudah terlaksana dengan baik.
Menurutnya, penyambungan listrik ke rumah tangga tidak mampu ini akan mengurangi praktik penarikan kabel ilegal yang membahayakan keselamatan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“Kerja keras ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Bambang.
Direktur Retail dan Niaga PLN, Edi Srimulyanti juga menekankan pentingnya kelanjutan Program BPBL.
Menurut Edi, program ini merupakan wujud implementasi sila kelima Pancasila, yaitu Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
PLN berharap, dengan adanya program ini, elektrifikasi dapat diperluas dan masyarakat yang belum menikmati listrik bisa segera merasakannya.
“Semoga program ini bisa bermanfaat untuk masyarakat, tentunya bisa meningkatkan taraf hidupnya,” ujar Edi.
Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Belitung, Marzuki juga menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai komitmen pemerintah dalam memberikan layanan ketenagalistrikan di Kabupaten Belitung.
Ia berharap para penerima manfaat dapat memanfaatkan sambungan listrik dengan sebaik-baiknya.
Salah satu penerima manfaat, Samsina (57), warga Desa Buluh Tumbang, mengungkapkan kisah hidupnya tanpa penerangan listrik.
Samsina yang tinggal seorang diri setelah berpisah dengan suaminya, dulunya terpaksa menggunakan botol minuman energi 150 ml yang diisi minyak dan sumbu sebagai penerangan.
Sebagai buruh kebun sawit dengan upah mingguan yang tidak mencukupi, Samsina sangat bersyukur atas bantuan listrik gratis yang diterimanya.
“Alhamdulillah, syukur luar biasa, banyak-banyak terima kasih kepada Pemerintah,” ungkap Samsina dengan mata berkaca-kaca. (Angga/Rel)







