BelitongToday, Tanjungpandan – Pengin Hijrah baru saja menyelesaikan produksinya di Belitung. Film drama religi ini diproduksi oleh Sinemata Buana Kreasindo bekerja sama dengan Multi Buana Kreasindo Productions mengadakan konferensi pers yang berlangsung di Hotel Sentral City 2, Jalan Seroja Parit, Tanjungpandan, Belitung pada Selasa, 10 Desember 2024.
Film ini melibatkan pemain di antaranya Steffi Zamora, Endy Arfian, Daffa Wardana, Sita Permatasari, serta sutradara Jastis Arimba dan produser Rendy Gunawan serta eksekutif produser Avesina Soebli.
Para pemain dan tim produksi memaparkan perjalanan pembuatan film yang menggabungkan tiga lokasi syuting yaitu Belitung, Bogor, dan Uzbekistan.
Tiga Lokasi Produksi yang Memikat
Salah satu daya tarik utama dalam film Pengin Hijrah adalah keberagaman latar lokasi produksi yang melibatkan tiga tempat yang sangat berbeda.
Sekitar 30 persen dari proses produksi dilakukan di Uzbekistan, sementara sebagian besar sisanya mengambil tempat di Bogor dan Belitung.
Di Belitung, pantai-pantai eksotis menjadi latar visual yang menawan, memberikan sentuhan tropis yang kuat untuk menggambarkan latar asal tokoh utama.
Sebaliknya, Uzbekistan menawarkan nuansa gurun dan perbukitan bercuaca subtropis-dingin yang kontras, menghadirkan keindahan alam yang unik.
Jastis Arimba, sutradara Pengin Hijrah menjelaskan mengapa Belitung dipilih sebagai salah satu lokasi utama film ini.
Menurutnya, ada keterikatan historikal yang kuat antara Belitung dan beberapa produser film, seperti Avesina Soebli yang sukses dengan Laskar Pelangi di tahun 2004.
Selain itu, Rendy Gunawan, produser Pengin Hijrah yang juga merupakan putra Belitung, berharap film ini dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan pariwisata Belitung di masa depan.
Pemain yang Berperan dengan Karakter Autentik
Film ini juga melibatkan tokoh-tokoh di Belitung yang berperan dalam film, seperti Djoni Alamsyah, mantan Bupati Belitung, Sahani Saleh atau yang akrab disapa Pak Sanem, dan PJ Bupati Belitung, Mikron Antariksa yang tampil memukau dalam peran mereka.
Meski bukan aktor profesional, mereka berhasil memerankan tokoh dengan naturalitas yang luar biasa, berkat proses reading yang matang dan kolaborasi yang solid dengan para pemain utama.
Steffi Zamora, yang memerankan tokoh Alina, mengungkapkan tantangannya dalam memerankan sebagai sosok asli orang Belitung.
“Awalnya susah, tapi akhirnya aku belajar dari Zulfani, pemeran Ikal dalam Laskar Pelangi, dan banyak mencari tahu lewat TikTok dan YouTube tentang cara berbicara orang Belitung. Lama-lama aku terbiasa dan bisa menguasai logat Belitung,” ungkap Steffi.
Ia mencontohkan beberapa kata khas Belitung, seperti “Kemane” dan “Ma’afek Alin mak”.
Sementara itu, Endy Arfian, yang berperan sebagai Omar mahasiswa keturunan Uzbekistan, juga mengungkapkan tantangannya dalam memerankan tokoh yang menggunakan bahasa Uzbekistan.
“Sangat sulit, tapi ketika saya berbicara dengan orang Uzbekistan, mereka percaya saya orang Uzbekistan. Ini menunjukkan saya berhasil menghidupkan karakter Omar,” kata Endy.
Harapan untuk Pengembangan Pariwisata Belitung
Dengan latar belakang yang kuat dan kolaborasi antarproduser yang berpengalaman, Pengin Hijrah diharapkan tidak hanya menjadi film yang sukses secara komersial, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkenalkan keindahan Belitung kepada dunia.
Rendy Gunawan, sebagai produser menyampaikan harapannya agar film ini dapat memberikan kontribusi positif dalam mengembangkan pariwisata Belitung ke depan.
Film Pengin Hijrah berhasil menyelesaikan seluruh proses produksinya dalam waktu 23 hari dan dijadwalkan tayang pada 2025 mendatang.
Dengan visual yang menakjubkan dan pesan religius yang mendalam, film ini diharapkan dapat dinikmati oleh penonton Indonesia maupun internasional. (Angga)







