BelitongToday, Manggar – Penjabat Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Suganda Pandapotan Pasaribu, menyampaikan bahwa penambangan timah harus dapat memberikan manfaat bagi kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat.
Menurutnya, biji timah merupakan pemberian Tuhan untuk masyarakat Kepulauan Bangka Belitung (Babel).
“Kalau pengelolaannya bagus bisa mensejahterakan seluruh masyarakat. Pengelolaan secara bagus tersebut seperti aturan dan segala macam persyaratan harus terpenuhi,” kata Pj Gubernur Bangka Belitung kepada BelitongToday, Jum’at (2/6) sore.
Akan tetapi, kata dia, jika tambang tersebut pengelolaannya secara sembarangan karena kerakusan suatu kalangan tertentu, dapat menimbulkan kerusakan lingkungan yang parah.
“Seperti yang saya sebutkan tadi, kontribusi timah terhadap ekonomi kita cuman 7 persen. Tapi, kalau dia (timah) bisa hilirisasi kita bisa meningkatkan ekonomi hingga lebih dari 30 persen,” ungkapnya.
Pj. Gubernur menyampaikan hal tersebut pada diskusi oleh Magister Hukum Universitas Bangka Belitung. Diskusi terkait tata kelola pertambangan timah di Bangka Belitung terhadap aspek ekonomi, hukum, sosial, dan lingkungan hidup.
Acara di Guest Hotel, Jum’at (2/6) tersebut dihadiri oleh PJ Gubernur Bangka Belitung Suganda Pandapotan Pasaribu, dan Ketua DPRD Beltim Fezzi Uktolseja. Juga hadir, Kepala Kejaksaan Negeri Beltim Abdur Kadir, Asisten I, Sayono mewakili Bupati Beltim, dan Direktur Utama PT. Timah, Achmad Ardianto.
“Hasil diskusi ini nanti akan kita bahas lebih lanjut,” ucap Suganda.
Ia berharap, hasil tambang timah dapat masyarakat manfaatkan, terutama bagi kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat.
“Saya sebagai PJ Gubernur Bangka Belitung berharap semua hasil tambang timah untuk kemakmuran rakyat. Dengan catatan tidak merusak lingkungan,” pungkasnya. (Mario)







