BelitongToday, Tanjungpandan – Sebagai sosok yang menggagas dan menginisiasi pembangunan ‘Belitung Food Court Mampau’, sosok Bupati Belitung periode 2018-2023 Sahani Saleh menjadi tamu undangan yang spesial.
Bahkan Sanem sapaan akrab Sahani Saleh bisa tersenyum lebar di sela-sela acara peresmian. Bangunan gedung ‘Belitung Food Court Mampau’ merupakan proyek warisannya di sisa akhir masa jabatan tahun 2023 lalu.
“Belitung membutuhkan tempat kuliner yang representatif,” kata Sahani Saleh mengawali sambutan, Senin 7 Oktober 2024.
Oleh karena itulah, terbesit dalam pemikiran untuk membangun pusat kuliner yang representatif.
“Jadi setidaknya tampilan pusat kuliner di Belitung ini bisa sama dengan luar daerah,” paparnya.
Ia menjelaskan, bisnis kuliner saat ini adalah bisnis yang menjanjikan dan dikembangkan di belahan dunia, sama halnya dengan bisnis air bersih (water) dan energi.
“Maka dari itu sebagai tempat wisata, Belitung membutuhkan pusat kuliner yang representatif,” imbuhnya.
Terlebih, lanjut Sanem sapaan akrabnya, kini Belitung telah ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata, dan UNESCO Global Geopark (UGG).
“Meskipun kemarin UGG kita kartu kuning namun itu harus tetap dipertahankan biar Belitung semakin dikenal,” katanya.
Minta Pendampingan Kejaksaan
Sanem menjelaskan, dalam pelaksanaan pembangunan proyek ‘Belitung Food Court’ tersebut pihaknya meminta pendampingan Kejaksaan Negeri Tanjungpandan agar tidak mendapatkan gangguan dari pihak-pihak yang ingin mengusik pembangunan tersebut.
Sebelumnya, lanjut dia, pemerintah daerah juga sudah berencana untuk memadukan keberadaan pusat kuliner ini dengan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang terhubung dengan Gallery KUKM Belitung, namun terbatas anggaran.
“Jadi saya mohon kepada Ketua DPRD Belitung yang baru Vina Cristyn Ferani dapat mengawal anggaran pembangunan pembangunan JPO itu ke depan,” tandasnya. (Nazriel)







