BelitongToday, Tanjungpandan – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Belitung mencatat kinerja positif dalam mengumpulkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Hingga September 2025, realisasi retribusi dari pelayanan tempat rekreasi dan olahraga telah mencapai Rp165.750.000.
Angka ini secara signifikan melampaui target yang telah ditetapkan, baik target awal sebesar Rp67 juta maupun target perubahan sebesar Rp107 juta.
Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga (PPO) Dispora Belitung, Sukarya, menyatakan pencapaian ini berasal dari penyewaan berbagai sarana, termasuk stadion, Gedung Olahraga (GOR), dan lapangan tenis.
“Kita ditargetkan untuk sarana olahraga stadion, GOR dan lapangan tenis untuk mencapai target dan hingga September sudah melebihi target itu yakni Rp165.750.000,” kata Sukarya.
Sukarya optimistis realisasi PAD akan terus bertambah menjelang akhir Tahun 2025.
Diperkirakan, potensi penambahan retribusi dari penyewaan yang sudah diajukan untuk Oktober, November, dan Desember 2025 mencapai sekitar Rp30 jutaan lebih.
“Fasilitas yang disewakan meliputi Stadion Pangkallalang Rp450.000 per hari, GOR Tanjungpandan Rp750.000 per hari serta Lapangan Tenis (Rajawali/Husein) yakni Rp100.000 per lapangan per hari,” jelas Sukarya.
Meskipun capaian PAD melampaui target, Sukarya menyoroti tantangan terkait pemeliharaan fasilitas.
Dispora hanya menerima anggaran pemeliharaan yang tidak signifikan untuk perbaikan sarana dan prasarana.
Kendala lain yang disorot adalah minimnya Sumber Daya Manusia (SDM) kebersihan.
“Tenaga kebersihan yang bertugas menjaga Stadion Pangkallalang, GOR, lapangan tenis Rajawali, Husein, dan Stadion Mini Badau hanya berjumlah tiga orang,” bebernya.
Pihak Dispora berharap ada perhatian lebih dari Pemda dan penambahan tenaga kebersihan ke depan.
Terkait prosedur peminjaman, Sukarya menjelaskan bahwa prosesnya masih sama, yaitu melalui pengajuan surat ke Dispora.
“Namun, seluruh pembayaran dilakukan secara non-tunai langsung ke bendahara penerima melalui nomor rekening Dispora, menjamin transparansi dan akuntabilitas,” tandasnya. (Adoy)







