BelitongToday, Tanjungpandan – Setelah menempuh sepanjang 28 hari perjalanan untuk mengelilingi Pulau Belitung.
Sembilan pendayung tim Dayung Jelajah Nusantara (DJN) Wanadri Belitong Sea Kayak Expedition 2024 sukses menuntaskan misinya mengelilingi Pulau Belitung (sirkumnavigasi).
Mereka kembali ke titik awal pelepasan di Tanjung Kelayang Reserve (TKR) dengan selamat dengan mendapatkan sambutan hangat dan meriah.
Ketua Harian DJN Wanadri Belitong Sea Kayak Expedition 2024, Priyo Utomo Laksono mengatakan selain angin timur dan tenggara.
Tantangan yang mereka hadapi dalam ekspedisi tersebut adalah mengenai habitat buaya.
“Tantangan yang kedua adalah soal habitat buaya,” kata Priyo Utomo Laksono dalam sesi konferensi pers bersama awak media, Sabtu 14 September 2024.
Dengan adanya habitat buaya tersebut, lanjut Priyo, maka perjalanan dan penentuan titik camp, dan penentuan jalur perjalanan harus bernegosiasi dengan habitat buaya.
“Kami anggap ini sebagai sesuatu hal sama seperti kita harus respect sesama manusia dan respect dalam ekosistem Belitung yang lain, ini adalah predator teratas wilayah muara dan pesisir Belitung, maka kami hormati,” jelas Priyo.
Selain itu, sebelum berangkat ekspedisi ke Belitung mereka juga sudah mendapatkan bekal dan pelatihan mitigasi serangan buaya.
“Bagiamana dan apa yang terjadi jika kita ada kontak dengan buaya, kapan musim buaya kawin dan bertelur, jadi itu tantangan yang kami hadapi,” paparnya.
Priyo mengungkapkan selama perjalanan tersebut, pihaknya banyak dibantu oleh nelayan lokal, dari Basarnas, dan Marinir TNI AL selama dalam perjalanan di wilayah timur Belitung.
“Jadi di titik-titik rawan kami mendapatkan pengawalan yang luar biasa,” jelasnya. (Nazriel)







