BelitongToday, Tanjungpandan – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Belitung mengimbau seluruh panitia Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di daerah itu untuk menggunakan wadah ramah lingkungan dalam membagikan daging kurban. Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi lonjakan volume sampah plastik sekali pakai selama momentum hari raya.
”Kami mengimbau masyarakat menggunakan wadah ramah lingkungan untuk pembagian daging kurban,” kata Kepala Bidang Pengolahan Sampah dan Limbah B3 DLH Kabupaten Belitung, Johandi Agus Saputra, Senin (25/5/2026).
Menurut Johandi, aktivitas penyembelihan hewan kurban berpotensi memicu lonjakan sampah yang signifikan, terutama dari penggunaan kantong plastik, styrofoam, dan bahan non-organik lainnya yang sulit terurai oleh alam.
Sebagai solusi, DLH Belitung menyarankan panitia memanfaatkan wadah alternatif berbahan alami dan kerajinan tradisional lokal yang mudah dijumpai di Belitung.
“Ada beberapa wadah alternatif yang bisa dimanfaatkan sebagai pembungkus daging kurban seperti daun simpur, daun pisang, hingga kerajinan anyaman tradisional daerah maupun bambu seperti besek atau bakak hingga tali purun sebagai alat pengikat,” jelasnya.
Selain penggunaan wadah ramah lingkungan, DLH Belitung juga meminta panitia kurban menyediakan tempat sampah terpilah yang representatif di lokasi penyembelihan. Panitia pun diharapkan membentuk satuan tugas (satgas) khusus untuk menangani sampah sekaligus memberikan edukasi langsung kepada masyarakat di lapangan.
Johandi menambahkan, pihak panitia kurban diharapkan tetap berkoordinasi dengan DLH Belitung guna mengoptimalkan upaya edukasi publik mengenai pengurangan plastik sekali pakai.
Melalui komitmen bersama ini, pelaksanaan ibadah kurban di Kabupaten Belitung diharapkan dapat berjalan lancar sekaligus tetap menjaga kelestarian lingkungan. (Nazriel)
![]()







