BelitongToday, Manggar – Kabupaten Belitung Timur di tahun 2021 dan 2022 merupakan Kabupaten termiskin di Provinsi Bangka Belitung.
Hal tersebut berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) dan Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) yang dirilis BPS Bangka Belitung.
Adapun faktor yang mempengaruhi PDRB adalah Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU), dan Dana Bagi Hasil (DBH). Serta, inflasi, Penanaman Modal Asing (PMA), Pengeluaran pemerintah daerah, dan tenaga kerja.
Berdasarkan laman babel.bps.go.Id, Belitung Timur konsisten berada di posisi akhir berdasarkan PDRB ADHB maupun ADHK selama 2 tahun terakhir.
PDRB ADHB Kabupaten Belitung Timur hanya mencapai Rp 8.882.481,99 di tahun 2021.
Meskipun mengalami sedikit peningkatan pada tahun 2022, namun faktanya PDRB Belitung Timur masih tetap yang terendah di Babel. Yaitu, dengan PDRB ADHB hanya sebesar Rp 9.785.767,95.
Menanggapi itu, Ketua DPRD Belitung Timur Fezzi Uktolseja mengatakan bahwa ekonomi di Belitung Timur saat ini sedang tidak baik-baik saja.
Oleh karena itu, ia mengajak pemerintah daerah untuk bersama-sama melakukan perbaikan guna meningkatkan PDRD di Beltim.
“Ini sebenarnya tugas-tugas kami dengan Pemkab Beltim untuk mensejahterakan masyarakat. Dan ini pertanda bahwa masih banyak urusan yang harus kita selesaikan,” kata Fezzi kepada BelitongToday, Senin (19/6).
Lebih lanjut, Fezzi menyebut bahwa PDRB di suatu daerah itu erat kaitannya dengan ekonomi dan daya beli masyarakat.
“Memang saat ini daya beli masyarakat kita kan turun. Oleh karena itu kita mengajak pemerintah daerah untuk bekerja keras. Karena, yang jelas negara itu semakin makmur kalau PDRB-nya semakin besar, seperti Amerika dan China,” pungkasnya. (Mario)







