Setiap tahun menurut Boyke, FPOK UPI menyiapkan kuota 30 persen beasiswa bagi atlet berprestasi dari seluruh daerah. Khusus untuk di Wilayah Sumatra, Kabupaten Beltim satu-satunya daerah yang sudah kerjasama dengan FPOK UPI.
“Kami menerima atlit-atlit berprestasi dari seluruh daerah. Jadi kami meningkatkan prestasi olahraganya sehingga daerah tidak lagi pusing nyari atlit keluar daerah fokus sama pembinaan atlit lokal,” ujar Boyke.
Ketua Prodi PKO FPOK UPI Dr. Mulyana menambahkan syarat untuk memperoleh beasiswa atlet berprestasi cukup mudah.
Atlet minimal harus punya prestasi di daerah minimal di tingkat Pekan Olahraga Provinsi (Poprov), Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) atau kejuaraan daerah meski nilai akademisnya tidak terlalu menonjol.
“Juara di daerah, Porprov misalnya itu kami terima. Fokus kami pada prestasi olahraganya bukan akademiknya,” tambah Mulyana.
Berbeda dengan kelas reguler, kelas untuk atlet berprestasi pun jadwal tatap mukanya kuliahnya hanya 20 persen tatap muka dan 80 persen daring (on-line).
Tujuannya agar mahasiswa yang juga atlet, fokus ke pengembangan prestasi atau mengikuti kejuaraan olahraga.
“Mereka kuliah di UPI kemudian bisa berlatih menggunakan fasilitas-fasilitas yang ada. Sehingga ini akan membantu daerah, apalagi di Bandung kan banyak lawan tanding, kawan-kawan berlatih dan bisa mengembangkan prestasinya hingga ke tingkat nasional,” jelas Mulyana.







