Sementara itu, Kepala Desa Badau Irawan Sumantri menegaskan bahwa kekuatan Desa Badau berakar dari budaya yang kuat dan diwariskan secara turun-temurun.
Melalui kegiatan ini, masyarakat Desa Badau ingin mengenang jasa para leluhur sekaligus mengangkat seluruh potensi yang dimiliki desa, baik di bidang pariwisata, budaya, maupun ekonomi masyarakat.
“Kami ingin menjadikan peringatan ini sebagai wujud syukur dan penghormatan kepada para pendiri desa. Ke depan, potensi wisata alam Batu Mentas akan terus dikembangkan tanpa mengesampingkan potensi lainnya,” jelas Irawan.

Rangkaian Peringatan Hari Jadi Desa Badau ke-172 akan berlangsung selama lima hari, dari 23 hingga 27 Oktober 2025, dengan beragam kegiatan menarik seperti bazar UMKM yang diikuti sekitar 70 tenant, lomba-lomba tradisional, serta pergelaran seni dan budaya.
Beberapa kegiatan yang akan memeriahkan acara antara lain band gradasi, hiburan rakyat, lomba olahraga tradisional, lomba penyajian makan bedulang, lomba nyanyi daerah, fashion show, lomba tumbuk padi, lomba pembuatan video, lomba pembuatan lambang Desa Badau, hingga jalan santai.
Sebagai penutup rangkaian, Festival Batu Mentas 2025 akan digelar pada 1–2 November 2025 mendatang, yang menjadi ajang promosi wisata alam unggulan Desa Badau kepada masyarakat luas.
Melalui perayaan ini, masyarakat Desa Badau berharap semangat tradisi dan nilai kearifan lokal terus terjaga, sekaligus menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya dalam tradisi dan bertumbuh dalam potensi. (Angga)







