Home / Belitong Tourism and Holiday

Minggu, 15 September 2024 - 13:15 WIB

Cerita Tim DJN Wanadri Susuri Pesona Mangrove Purba Pulau Langer Selat Nasik

Dokumentasi tim Dayung Jelajah Nusantara (DJN) Wanadri 'Belitong Sea Kayak Expedition 2024' saat melakukan pendayungan di Pulau Langer, Selat Nasik, Belitung yang menyimpan keindahan mangrove purba berusia ratusan tahun. (sumber foto: dokumentasi Facebook 'Demen Ngebolang' yang merupakan tim DJN Wanadri Belitong Sea Kayak Expedition 2024)

Dokumentasi tim Dayung Jelajah Nusantara (DJN) Wanadri 'Belitong Sea Kayak Expedition 2024' saat melakukan pendayungan di Pulau Langer, Selat Nasik, Belitung yang menyimpan keindahan mangrove purba berusia ratusan tahun. (sumber foto: dokumentasi Facebook 'Demen Ngebolang' yang merupakan tim DJN Wanadri Belitong Sea Kayak Expedition 2024)

BelitongToday, Sijuk – Bergeser sedikit dari daratan utama Pulau Mendanau atau masyarakat Belitung menyebut dengan nama Selat Nasik.

Tim ekspedisi Dayung Jelajah Nusantara (DJN) ‘Belitong Sea Kayak Expedition 2024’ melakukan pengarungan ke Pulau Langer.

Pulau Langer dikenal dengan mangrove purba yang berumur ratusan tahu.

Selain itu, Pulau Langer juga menjadi salah satu geosite UNESCO Global Geopark (UGG) Belitong.

Ketua Harian DJN Wanadri ‘Belitong Sea Kayak Expedition 2024’, Priyo Utomo Laksono menceritakan bagaimana kesan mereka melakukan pendayungan ke Pulau Langer.

“Pulau Langer memiliki mangrove yang cukup mencolok bedanya, mungkin karena usianya sudah lebih tua dari pada mangrove yang lain,” jelas Priyo dalam sesi tanya jawab dengan awak media di Sheraton, Sabtu 14 September 2024.

Baca Juga  Kunjungi Bumi Serumpun Sebalai, Prabowo Disambut Ribuan Pendukung

Kemudian di sekitar kawasan Pulau Langer juga terdapat mercusuar yang memiliki nilai sejarah kuat (historic). Keindahannya pun tak kalah dengan mercusuar Pulau Lengkuas.

“Kami camping di situ di sebuah kanopi vegetasi yang luar biasa,” jelas Priyo.

Selain itu, keindahan Pulau Mendanau tak hanya sampai di situ saja. Saat tim melakukan perjalanan pulang ke daratan utama (mainland) Pulau Belitung, tim melewati Pulau Batu Dinding yang mempesona.

Baca Juga  Apa Itu ISSITA dan Siapakah Sosok Ketua ISSITA Babel? Yuk Kenalan!

“Lalu kami dayung ketika mau baliknya melewati Pulau Batu Dinding, kami semua tim sangat terkesima keindahannya, Belitung itu identik dengan granit-granit-nya, namun itu di Pulau Batu Dinding bukan granit mungkin sand stone, itu komposisinya sangat luar biasa dengan vegetasinya, terlepas dari ada aliran sampah dari laut Natuna, tapi itu sangat luar biasa,” tandasnya.

Keindahan ini, lanjut Priyo, tak kalah dengan keindahan alam lain di wilayah Indonesia seperti Raja Ampat di Papua

“Saya pernah berkayak di Raja Ampat, Papua dan daerah lainnya saya rasa itu tidak kalah keindahannya,” beber Priyo. (Nazriel)

Share :

Baca Juga

Belitong Tourism and Holiday

Leprid Serahkan Tiga Rekor Baru di Belitung, Berikut Daftar Penerimanya

Belitong Tourism and Holiday

Yuk Intip, Bule Cantik Asal Austria Ini Terpesona Keseruan Pawai Pembangunan Beltim

Belitong Tourism and Holiday

Belitung Gelar Pawai Pembangunan Akhir Oktober

Belitong Tourism and Holiday

Quo Vadis Pariwisata Belitung 2023?

Belitong Tourism and Holiday

Hari ini Pendaftaran Pawai Belitung dibuka

Belitong Tourism and Holiday

Pantai Punai, Surga Tersembunyi di Pulau Belitung

Belitong Tourism and Holiday

Kemeriahan Pawai Pembangunan Belitung Tahun 2022

Belitong Tourism and Holiday

​Dibuka Wabup Syamsir, Pesta Budaya Buluh Tumbang Targetkan Pelestarian Seni dan Penguatan Ekonomi UMKM