BelitongToday, Manggar – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung Timur berencana memberikan subsidi minyak goreng kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) guna menjaga kualitas makanan yang dijual kepada masyarakat.
Kebijakan tersebut disampaikan Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten, usai meninjau kegiatan Intensifikasi Pengawasan Pangan Ramadan dan Jelang Idulfitri 2026 di kawasan Taman Kota Manggar serta salah satu swalayan di Kota Manggar, Senin (9/3/2026).
Menurut Kamarudin, penggunaan minyak goreng secara berulang hingga berubah warna menjadi hitam berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat.
“Minyak goreng sebenarnya tidak ada masalah. Namun jika digunakan berulang-ulang, apalagi sampai berwarna hitam, itu sangat tidak baik bagi kesehatan,” kata Kamarudin.
Mantan kontraktor ini menjelaskan, tingginya harga minyak goreng kerap membuat pedagang terpaksa menggunakan minyak berkali-kali demi menekan biaya produksi. Karena itu, pemerintah daerah berencana membantu pelaku usaha melalui program subsidi.
“Lebih baik nanti kita bantu mereka. Jangan sampai karena ingin mendapatkan keuntungan lebih, akhirnya masyarakat yang menjadi korban,” ujarnya.
Kamarudin mengungkapkan, sebelumnya ia juga telah meminta dinas terkait untuk melakukan pengawasan terhadap penggunaan bahan pangan oleh pedagang, termasuk penggunaan minyak goreng.
“Sekitar lima hingga enam bulan lalu saya sudah meminta Dinas Kesehatan melakukan pengecekan. Jangan sampai ada pedagang yang nakal,” jelasnya.
Ia menambahkan, Kabupaten Belitung Timur memiliki potensi produksi minyak sendiri karena terdapat sejumlah perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di daerah tersebut. Hal ini dinilai dapat membantu pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan minyak bagi pelaku usaha.
“Kita punya minyak sendiri yang diproduksi di Kabupaten Beltim, sehingga kita bisa membantu para pelaku usaha,” katanya.
Melalui langkah tersebut, pemerintah daerah berharap pelaku UMKM tetap dapat menjaga kualitas makanan yang dijual, sekaligus melindungi masyarakat dari risiko kesehatan akibat penggunaan minyak goreng yang tidak layak. (Tim/Rel)
![]()







