Home / Belitong Technology

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:17 WIB

Cegah Program OPD Tumpang Tindih, Pemkab Beltim Luncurkan SIM-EBP

Launching SIM-EBP, Pemkab Beltim Tekan Tumpang Tindih Program dan Efisiensi Anggaran.

Launching SIM-EBP, Pemkab Beltim Tekan Tumpang Tindih Program dan Efisiensi Anggaran.

BelitongToday, Manggar – Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Pemkab Beltim) melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) mulai menyiapkan penerapan sistem perencanaan pembangunan berjenjang berbasis data. Langkah ini ditandai dengan peluncuran Sistem Integrasi Perencanaan Berbasis Bukti (SIM-EBP) di Ruang Rapat Gunung Lumut Bapperida, Senin (26/10/2026).

SIM-EBP dirancang sebagai strategi untuk memperkuat tata kelola pembangunan berbasis bukti dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan Rencana Kerja (Renja) perangkat daerah.

Sistem yang diinisiasi Kepala Bapperida Beltim, Ilfan Suryawan, tersebut diharapkan mampu menjawab tantangan keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), termasuk penurunan nilai Transfer ke Daerah (TKD) serta belanja pemerintah yang dinilai belum sepenuhnya terarah dan tepat sasaran.

Ilfan mengatakan, SIM-EBP tidak sekadar menjadi aplikasi baru, tetapi juga instrumen untuk mendorong perubahan pola kerja antarorganisasi perangkat daerah (OPD), terutama dalam menyusun program pembangunan berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat.

“Jadi, ini sebenarnya bukan aplikasi yang berdiri sendiri. Sistem ini coba menjawab tantangan silo mentality, di mana OPD kadang-kadang bekerja sendiri-sendiri dan membuat program pengulangan yang itu-itu saja setiap tahunnya,” ujar Ilfan.

Baca Juga  Digelar Tertutup, DPRD Gelar Rakor Netralitas ASN, Benarkah Terkait Dugaan Pelanggaran Netralitas Yuspian?

Melalui sistem perencanaan berjenjang tersebut, pengajuan program OPD akan dievaluasi berdasarkan data pendukung yang valid. Dengan demikian, perencanaan diharapkan tidak lagi hanya mengandalkan usulan program secara administratif, tetapi juga mempertimbangkan kondisi riil dan kebutuhan di lapangan.

Data sektoral, seperti data kemiskinan, keluarga berisiko stunting, serta berbagai basis data pendukung lainnya, wajib dimasukkan ke dalam sistem melalui Knowledge Management System (KMS) dengan mekanisme tautan (hyperlink).

Apabila data pendukung belum tersedia atau belum dimasukkan sesuai ketentuan, program yang diajukan OPD akan ditolak oleh sistem. Sebaliknya, setelah data terverifikasi, sistem akan membantu menghasilkan rumusan program kerja beserta pagu anggaran yang lebih terukur dan tepat sasaran.

Ilfan mencontohkan, pendekatan berbasis data memungkinkan pemerintah menentukan kebutuhan anggaran berdasarkan jumlah sasaran yang sebenarnya, sehingga alokasi belanja dapat disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan.

“Kalau dulu tidak ada data, menanggulangi kemiskinan jumlahnya sekian, diulang lagi dengan budget yang sama atau dikurang atau ditambah. Kalau sekarang budget-nya sudah pasti, sesuai dengan jumlah riil di lapangan,” jelasnya.

Baca Juga  Musim Hujan, DKPP Belitung Imbau Peternak Waspada Penyakit

Selain memperkuat kualitas perencanaan, SIM-EBP juga dikembangkan dengan mengutamakan efisiensi biaya. Sistem tersebut dibangun secara mandiri melalui kerja sama Bapperida dengan Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo SP) Beltim, sehingga pemerintah daerah tidak perlu mengeluarkan biaya pengadaan aplikasi tahunan dari pihak luar.

Penerapan SIM-EBP juga diharapkan dapat meningkatkan indikator kinerja pemerintah daerah, khususnya pada sektor perencanaan pembangunan dan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP).

Untuk mendukung penerapannya, Pemkab Beltim akan menyiapkan pendampingan bagi pegawai yang belum terbiasa menggunakan sistem tersebut. Pendampingan akan melibatkan para perencana di lingkungan Bapperida agar proses adaptasi berjalan lebih optimal.

Implementasi sistem perencanaan berjenjang berbasis data ini direncanakan mulai diterapkan dalam siklus penyusunan RKPD Tahun 2028. Persiapan akan dilakukan sejak akhir tahun sebelumnya, termasuk memperluas koordinasi hingga ke tingkat desa.

Melalui SIM-EBP, Pemkab Beltim berharap perencanaan pembangunan semakin terintegrasi, tumpang tindih program antar-OPD dapat ditekan, dan penggunaan anggaran daerah menjadi lebih efisien, terukur, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (Tim/Rel)

Share :

Baca Juga

WhatsApp diblokir

Belitong Technology

Krisis WhatsApp: Banyak Akun Diblokir Sementara, Ini Penyebab dan Tips Menghindarinya

Belitong Technology

Inilah Cara Mengatasi HP yang Sering Mati Sendiri
Pengguna WhatsApp

Belitong Technology

Link di WhatsApp Tidak Bisa Terbuka? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Aplikasi Srikandi

Belitong Technology

Kurangi Penggunaan Kertas, Dinas Perpustakaan Ajak Seluruh OPD di Beltim Gunakan Aplikasi Srikandi
Memblokir tiktok

Belitong Technology

Daftar Negara yang Memblokir Akses ke TikTok dan Alasannya: Keamanan, Konten Tidak Pantas, dan Nilai-Nilai Agama

Belitong Technology

Ini Empat Cara Melacak Lokasi HP di Tahun 2023

Belitong Technology

Melalui Gojek, Pertamina Harap Masyarakat Gunakan MyPertamina Untuk Pengisian BBM

Belitong Technology

Permudah Masyarakat Bayar Pajak, Samsat Belitung Luncurkan Program Teras Samsat BRI