BelitongToday, Manggar – Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung Timur menggelar workshop implementasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun 2023.
Selain itu pihaknya juga menggelar workshop pengisian data sarana dan prasarana sekolah pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Hal ini untuk pengusulan reguler tahun 2024.
Workshop tersebut berlangsung di Gedung Auditorium Zahari, Rabu (8/3).
Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Beltim, Alvian, mengatakan kegiatan tersebut berkaca pada kondisi realita pada sekolah di Beltim sekarang.
“Untuk biaya SP sendiri, ini kita masih ada beberapa kendala di lapangan, terkait dengan pelaksanaan pada tahun 2022,” kata Alvian.
Workshop diikuti 288 orang dari 17 TK negeri, 103 SD negeri dan swasta, serta 22 SMP negeri di Kabupaten Beltim.
“Atas dasar itu pula kita berinisiatif untuk mencoba bersama-sama dengan MPKS TK, SD, SMP untuk mengadakan workshop dengan narasumber yang ahli di bidangnya,” tambahnya.
Lebih lanjut, Alvian menjelaskan, narasumber yang dipilih berasal dari Kemendikbudristek yang setiap hari mengelola dana BOS, DAK dan Dapodik.
Untuk itu ia berharap, Workshop ini dapat meminimalisir kelemahan dan permasalahan yang terjadi sebelumnya terkait pengelolaan dana BOS di Beltim.
“Kami harapkan melalui workshop ini agar dapat profesional dalam mengelola dana BOS,” ujarnya.
Dalam anggaran 2023, Dana BOS berbeda dari dana sebelumnya. Jika dana sebelumnya tahun 2022 berada pada nominal Rp 58,79 Triliun. Maka di tahun 2023 ada jumlah fantastis yang mencapai Rp 59.08 Triliun.
Selain itu Dana BOS tahun 2023 harus mampu merealisasikan minimal 50% dari dana yang didapatkan pada tahap 1. Untuk tahap 1 paling cepat bulan Juli tanggal 31 2023 hingga 31 Januari 2024. Namun perlu penyelenggara ketahui, bagi yang terlambat melakukan pelaporan maka akan memperoleh konskuensi dengan adanya pemotongan Dana BOS selanjutnya. (Mg1)







