Home / Belitong Economic and Business

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:23 WIB

Distribusi Air Terganggu, Direktur Tirta Batu Mentas Minta Maaf, Targetkan Lusa Normal Kembali

Perumda Air Minum (AM) Tirta Batu Mentas.

Perumda Air Minum (AM) Tirta Batu Mentas.

BelitongToday, Tanjungpandan – Direktur Perumda Air Minum (AM) Tirta Batu Mentas Kabupaten Belitung, Munandar Motong atau akrab disapa Nage, menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas gangguan distribusi air bersih yang berdampak pada sekitar 80 persen pelanggan di wilayah Tanjungpandan, Kamis (29/10/2026).

Gangguan tersebut terjadi akibat tidak beroperasinya mesin pengisap air di Embung Kepayang menyusul penurunan volume air baku akibat kondisi kekeringan.

Nage menjelaskan, minimnya ketersediaan air di embung menghambat proses pengambilan air baku untuk selanjutnya diolah di instalasi pengolahan air atau Water Treatment Plant (WTP).

“Kami selaku manajemen Perumda AM Tirta Batu Mentas memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan. Kurang lebih 80 persen pelanggan di Tanjungpandan terdampak akibat tidak beroperasinya mesin embung kita di Kepayang,” kata Nage.

Baca Juga  Ini Sejarah Unik Air Zam-Zam Yang Wajib Diketahui

Ia mengatakan, pihaknya telah melakukan upaya percepatan perbaikan, terutama menangani endapan sedimen di bagian bawah pipa pengisap air yang mengganggu kinerja mesin.

Menurut Nage, Embung Kepayang memiliki luas sekitar 10 hektare. Namun, area genangan air yang tersisa saat ini diperkirakan hanya sekitar 6 hingga 7 hektare dengan kedalaman kurang lebih 90 sentimeter.

“Kondisi ini menjadi kendala bagi mesin pengisap air. Hari ini kami melakukan percepatan perbaikan, khususnya pada pembuangan sedimen agar mesin bisa kembali beroperasi,” ujarnya.

Nage menargetkan Embung Kepayang dapat kembali beroperasi paling lambat Sabtu (31/10/2026), atau dua hari setelah upaya perbaikan dilakukan.

“Insyaallah paling lambat lusa embung sudah bisa beroperasi kembali. Sekali lagi, kami memohon maaf atas gangguan pendistribusian air bersih kepada seluruh pelanggan di Tanjungpandan,” ungkapnya.

Baca Juga  Awas Whatsapp Bisa Disadap Orang Lain, Ternyata Begini Cara Menghindarinya

Di tengah gangguan tersebut, Nage menyebutkan instalasi pengolahan air di Kolong Air Serkuk masih beroperasi. Namun, kapasitas layanan dari instalasi tersebut hanya mampu mencakup sekitar 20 persen dari total pelanggan.

Ia menambahkan, gangguan distribusi air terjadi di tengah kondisi darurat kekeringan yang turut memengaruhi ketersediaan air baku untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

“Kami berharap pelanggan dapat memahami kondisi ini. Atas nama Perumda AM Tirta Batu Mentas, saya kembali menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi,” tutup Nage.

Perumda AM Tirta Batu Mentas berharap upaya perbaikan mesin pengisap dan penanganan sedimen dapat segera diselesaikan sehingga pengambilan air baku kembali berjalan dan distribusi air bersih kepada pelanggan berangsur pulih. (Adoy)

Share :

Baca Juga

Kelangkaan Gas Belitung

Belitong Economic and Business

Mengurai Benang Kusut Kelangkaan Gas Melon di Belitung, Jangan Jadi Macan Ompong

Belitong Economic and Business

Perumda Tirta Batu Mentas Pastikan Pasokan Air Aman, Warga Imbau Hemat Hadapi Kemarau
Harga Ayam belitung

Belitong Economic and Business

Peternak Mandiri Belitung Keluhkan Harga Ayam Anjlok Rp15 Ribu Per Kilogram, Akan Bawa Aspirasi ke DPRD

Belitong Economic and Business

Pelindo Tanjungpandan Catat 5.612 Pergerakan Penumpang Selama Libur Nataru 2026

Belitong Economic and Business

Kenaikan Harga Ayam Potong di Belitung Akibat Harga Pakan Naik dan Bibit Terbatas

Belitong Economic and Business

Hadir di Acara Pembukaan Pasar Dalam, Ketua DPRD Belitung Merasa Dejavu
Pasar Murah Beltim

Belitong Economic and Business

Operasi Pasar Murah Pemkab Beltim Resmi Ditutup, Total Transaksi Capai Ratusan Juta Rupiah
BEI Babel

Belitong Economic and Business

BEI Babel Ajak ASN Beltim Melek Investasi Saham