Home / Belitong Economic and Business

Minggu, 13 September 2026 - 15:04 WIB

Kenaikan Harga Ayam Potong di Belitung Akibat Harga Pakan Naik dan Bibit Terbatas

Ketua Aliansi Peternak Ayam Mandiri Belitung, Yahya (BelitongToday/Muhammad Nazriel Semesta)

Ketua Aliansi Peternak Ayam Mandiri Belitung, Yahya (BelitongToday/Muhammad Nazriel Semesta)

BelitongToday, Tanjungpandan – Aliansi Peternak Ayam Mandiri Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menyatakan bahwa lonjakan harga ayam potong di pasar tradisional hingga mencapai Rp50 ribu per kilogram disebabkan oleh tingginya harga pakan serta terbatasnya pasokan bibit ayam.

‎”Kenaikan harga ayam potong mencapai Rp50.000 per kilogram dipengaruhi oleh kenaikan harga pakan dan juga terbatasnya pasokan bibit ayam,” kata Ketua Aliansi Peternak Ayam Mandiri Belitung, Yahya, Minggu 13 September 2026.

‎Ia menjelaskan, siklus ini dipicu oleh tingginya biaya pakan serta pembatasan kuota bibit (DOC) dari perusahaan pembibitan, yang berdampak signifikan terhadap kestabilan harga di tingkat konsumen.

‎Kondisi peternakan di Belitung, lanjut Yahya, berbeda dengan Pulau Bangka yang kini sebagian besar dikuasai oleh korporasi. Sektor peternakan di Belitung masih didominasi oleh peternak mandiri skala rakyat.

Baca Juga  Disperindag Babel Gelar Pasar Murah di Beltim, Sebanyak 4.000 Paket Sembako Laris Terjual

‎Namun, keterbatasan pasokan bibit dan lonjakan biaya operasional menciptakan kesan seolah-olah wilayah Belitung mengalami kelangkaan pasokan.

‎”Padahal pasokan ayam dari peternak lokal sebenarnya normal. Hanya saja situasi ini dikondisikan sedemikian rupa, ditambah belum adanya perhatian serius dari pemerintah daerah untuk membenahi tata niaga,” imbuhnya.

‎Terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), Yahya menilai pengaruhnya terhadap fluktuasi harga relatif kecil karena permintaan pasar secara umum terpantau stabil.

‎Kenaikan harga saat ini murni mengikuti hukum ekonomi akibat keterbatasan ketersediaan barang di tengah permintaan yang tetap tinggi.

‎Di sisi lain, Yahya menegaskan bahwa para peternak lokal tidak menutup diri terhadap investasi.

Baca Juga  Tim Monev Pemda Sidak ke Pangkalan Gas Elpiji 3 Kg di Manggar

‎Kendati demikian, ia meminta pemerintah agar tidak memberikan keistimewaan berlebihan kepada korporasi besar yang berpotensi memonopoli pasar dan mematikan usaha peternak rakyat.

‎”Jika investasi justru menyaingi dan membunuh usaha masyarakat, tentu ini menjadi ancaman serius. Pemerintah daerah maupun pusat harus lebih mengedepankan ekonomi kerakyatan berbasis masyarakat, baik di sektor peternakan, pertanian, maupun perikanan,” pungkasnya.

‎Pihaknya berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan intervensi untuk mengendalikan harga pakan dan memastikan keterjangkauan bibit ayam, demi menjaga kelangsungan usaha peternak mandiri di Belitung.

‎”Kami berharap pemerintah daerah mengambil langkah cepat untuk menurunkan harga pakan dan memudahkan para peternak mendapatkan bibit, sehingga harga ayam dapat kembali stabil,” bebernya. (Nazriel Semesta)

Share :

Baca Juga

Food Court

Belitong Economic and Business

Proyek Food Court Resmi Dimulai, Sanem Letakkan Batu Pertama

Belitong Economic and Business

PT Timah dan Pemkab Beltim Evaluasi Aksi 7 Agustus, Perkuat Koordinasi Jaga Kondusivitas
BFI Finance

Belitong Economic and Business

Jaga Ketahanan Finansial demi Hadapi Resesi, BFI Finance Gelar Talk Show Bersama Pelaku UMKM Belitung

Belitong Economic and Business

Lakukan Terobosan, PPN Tanjungpandan Sosialisasi PNBP Pascaproduksi

Belitong Economic and Business

‎Sambangi Perumdam Tirta Batu Mentas, Wabup Belitung Pukul 07.20 WIB Sudah Berikan Pengarahan

Belitong Economic and Business

BPC HIPMI Kabupaten Belitung Gelar Rakercab
Menumbing Raya

Belitong Economic and Business

KMP Menumbing Raya Angkut 128 Pemudik dari Sadai ke Tanjung Ru

Belitong Economic and Business

‎Kabar Baik untuk Masyarakat Belitung, Beras SPHP Bakal Disalurkan Kembali, Segini Harganya!