BelitongToday, Tanjunpandan – Sejumlah peternak ayam mandiri di Kabupaten Belitung mengeluhkan harga ayam di tingkat peternak anjlok menjadi Rp15 ribu per dari harga sebelumnya berkisar Rp22 ribu per kilogram.
“Sekarang harga ayam turun di bawah standar dan sangat tidak wajar yakni Rp15 ribu perkilogram,” kata Ketua Aliansi Peternak Mandiri Belitung, Hemardie, Selasa (7/2).
Menurut dia, situasi harga ayam di tingkat peternak saat ini jauh di bawah standar dan sangat memprihatikan.
“Dulu tidak sampai seperti ini, dulu serendah-rendahnya harga ayam di tingkat peternak masih di angka Rp19 ribu per kilogram,” sebutnya.
Ia menambahkan, kondisi ini telah terjadi kurang lebih selama dua Minggu terakhir.
Oleh karena itu, jika harga ayam di tingkat peternak masih terus seperti ini membuat peternak terancam merugi.
Pasalnya jika dihitung, lanjut Hemardie, modal biaya satu ayam broiler itu sebesar Rp23.898 per kilogram.
“Sebenarnya harga saat ini sudah sangat tidak wajar dan jauh di bawah standar,” bebernya.
Hemardie menjelaskan, kondisi ini terjadi karena adanya benturan atau tabrakan panen antara ayam dari peternak mitra perusahaan dan peternak mandiri.
Namun di sisi lain, terangnya, jumlah populasi ayam peternak mitra perusahaan sudah sangat besar dan tidak terkontrol.
Sehingga jika dilepas ke pasar maka secara otomatis stok ayam di pedagang melimpah dan berpengaruh terhadap harga jual ayam.
“Karena jumlah populasi ayam peternak mitra perusahaan cukup lumayan,” ujar Hemardie.
lebih lanjut, menyikapi persoalan pihaknya akan melayangkan surat untuk melakukan audiensi atau pertemuan dengan DPRD.
“Kami akan bawa aspirasi ini ke DPRD, bagaimana nasib peternak mandiri jika harga ayam seperti ini,” ucapnya.
Selain itu, pihaknya juga meminta pemda membatasi jumlah populasi ayam peternak mitra perusahaan dan membatasi pasokan ayam beku ke Belitung.
“Pasokan ayam beku ada pengaruhnya walaupun tidak signifikan, kami minta pembatasan populasi ayam peternak mitra perusahaan karena terlalu banyak,” ujarnya. (Nazriel)







