BelitongToday, Tanjungpandan – Sorotan terhadap pengadaan videotron pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Belitung pada APBD Kabupaten Belitung Tahun Anggaran 2026 yang cukup fantastis sebesar Rp958 juta kembali mendapat sorotan.
Terutama pada saat sidang paripurna DPRD Belitung dengan agenda jawaban eksekutif atas pandangan fraksi-fraksi di DPRD Belitung terhadap Raperda APBD Kabupaten Belitung TA 2026.
Namun Bupati Belitung Djoni Alamsyah menjelaskan urgensi dan pandangan soal usulan pengadaan videotron salah satunya adalah untuk sebagai strategi komunikasi publik dan citra daerah.
Djoni Alamsyah bilang, dalam pembahasan KUA-PPAS bersama badan anggaran DPRD Kabupaten Belitung, telah dijelaskan bahwa rencana awal pengadaan dua unit videotron akan dilakukan melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR) dari mitra swasta.
Lokasi pemasangan cukup yakni di strategis di sekitar Bundaran Satam dan pertigaan Rock Corner.
Namun, dalam perjalanannya, pihak sponsor menyatakan bahwa dukungan CSR kemungkinan hanya dapat mencakup satu unit.
Oleh karena itu, untuk tetap merealisasikan rencana strategis tersebut, pemerintah daerah mengajukan pengadaan satu unit videotron tambahan melalui APBD TA 2026, guna memastikan keberlangsungan program komunikasi publik dan promosi daerah.
”Langkah ini telah melalui proses kajian manfaat, efisiensi anggaran, dan pertimbangan kebutuhan jangka panjang. Kami meyakini bahwa investasi ini akan memberikan nilai tambah yang signifikan bagi keterbukaan informasi, daya tarik kota, dan peningkatan partisipasi publik terhadap pembangunan daerah,” ungkapnya di hadapan peserta sidang paripurna.
Ia juga sampaikan, usulan pengadaan videotron pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Belitung sebesar Rp958 juta adalah sebagai langkah strategi komunikasi publik dan penguatan citra daerah.
”Langkah tersebut merupakan bagian dari pada strategi komunikasi publik dan penguatan citra daerah yang terencana dan terukur,” pungkasnya.
Menurutnya, pengadaan video ini bukan sekedar pembangunan infrastruktur visual semata namun sebagai sebuah sarana strategis untuk memberikan informasi resmi pemerintah daerah secara cepat, terbuka, dan menyeluruh kepada masyarakat.
Lebih dari pada itu videotron juga menjadi media komunikasi efektif yang menjembatani interaksi antara pemerintah, legislatif dan masyarakat.
Melalui platform ini, lanjut bupati, informasi terkait kebijakan publik, pencapaian pembangunan, program prioritas, edukasi sosial dapat disampaikan secara langsung dan transparan.
”Dengan demikian masyarakat memperoleh akses informasi yang akurat terpercaya langsung dari pada sumbernya sekaligus memperkuat keterlibatan semua pihak dalam membangun daerah secara bersama-sama,” ujarnya.
Selain sebagai fungsi sarana komunikasi kehadiran videotron juga dirancang sebagai ikon estetika yang memperindah kota, menghadirkan sentuhan visual modern yang memukau.
Di samping itu, videotron menjadi media strategi untuk mempromosikan pariwisata dan potensi lokal Belitung secara dinamis dan atraktif untuk menarik perhatian wisatawan dan masyarakat luas.
”Tentunya langkah ini berjalan dengan transformasi digital dan pembangunan kota modern menjadikan kota Tanjungpandan dan Belitung sebagai destinasi yang ramah, inovatif, serta penuh daya tarik di mata nasional maupun internasional,’ tutupnya. (Nazriel)







