BelitongToday, Tanjungpandan – Wakil Bupati Belitung, Isyak Meirobie, mendorong pelaku UMKM agar dapat menciptakan produk UMKM yang berkelanjutan (sustainability).
Hal ini disampaikan Isyak dalam kegiatan Forum Group Discussion (FGD) Gerakan Masyarakat Wirausaha (Gemawira) dengan tema “Peran Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam Perkembangan Ekonomi Masyarakat Bangka Belitung dan Dukungan Pemerintah Terhadap Kemandirian pelaku Usaha” yang berlangsung di Bahari Resto, Rabu (4/1) malam.
Wakil Bupati Belitung, Isyak Meirobie selaku narasumber dalam FGD tersebut, mengharapkan agar bazar yang dilaksanakan tidak hanya sebatas menjual produk namun harus memastikan produk yang berkelanjutan.
“Kalau kita hanya bikin bazar, usaha mikro nanti tidak berkelanjutan karena kita membutuhkan apa yang melindungi kita. Jadi bazar ini bukan sekedar menjual produk, tapi kita harus memastikan produk kita berkelanjutan,” katanya.
Ia mengatakan bahwa pihaknya banyak menemukan masalah yang dihadapi oleh pelaku usaha mikro yang ada di Belitung.
“Yang pertama, penjualan dari kawan-kawan, pertumbuhan dari tahun ke tahun produktivitasnya itu belum stabil. Yang kedua, seringkali usaha dipadukan pada permasalahan daya saing. Yang ketiga, kolaborasi bisnis yang belum dijalankan secara efektif. Dan yang keempat, berkaitan dengan kapabilitas bisnis artinya tidak mau meningkatkan skill dan kemampuan kita,” terangnya.
Permasalahan-permasalahan tersebut, lanjut Isyak, bisa diatasi dengan melakukan inovasi, konsistensi, kolaborasi, dan meningkatkan produktivitas.
“Pelaku usaha mikro harus konsisten, lalu meningkatkan daya saing atau kompetisi yang harus diperkuat dengan menambah pengetahuan, kemudian pemerintah daerah harus bisa memfasilitasi cara mendapatkan bahan baku yang murah namun berkualitas, dan melakukan inovasi dengan tidak terpaku pada hal yang sudah menjadi kebiasaan sehingga membuat kita terlena,” jelasnya.
Menurutnya, fungsi organisasi seperti Gerakan Masyarakat Wirausaha ini penting untuk mengasah dan meningkatkan skill.
“Skill dalam hal ini bukan hanya cara membuat makanannya, tapi juga berbicara tentang cara pandang, management internal, bagaimana kita konsisten untuk tidak menggunakan keuntungan kita untuk kepentingan pribadi, cara mengatur keuangannya dan seterusnya, itu tidaklah gampang,” imbuhnya.
Ia pun memiliki harapan agar usaha mikro di Belitung akan menjadi usaha yang prioritas bukan hanya sekedar melengkapi dan akan menjadi usaha yang punya perlindungan hukum yang sangat kuat karena mempengaruhi tingkat perekonomian di Belitung.
“Pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM mempengaruhi perekonomian dalam mengentaskan kemiskinan di Belitung,” ujarnya. (Dafit)







