BelitongToday, Gantung – Bermain game online berjam-jam sering mendapatkan stigma negatif dari para orangtua zaman dahulu.
Padahal tak sedikit dari para gamers yang sukses. Bahkan, tak sedikit dari mereka menjadi kaya dan terkenal hanya dari bermain game.
Kisah unik seputar game online juga terjadi di Belitung Timur. Siapa sangka wanita 15 tahun asal Gantung, Belitung Timur berjodoh dengan pria yang ia kenal melalui game online.
Pria asal Bekasi itu bernama Adit (nama samaran) yang menikahi Bunga (sebut saja begitu) dan telah mendapatkan satu orang anak.
Bunga bercerita bahwa kisah cinta mereka dimulai dari sering Mabar (Main Bareng) game online pada awal tahun 2020 lalu.
Sering mendapatkan kemenangan melalui kerjasama yang apik di dalam game tersebut, mereka pun akhirnya memutuskan untuk bertukar nomor WhatsApp.
Setelah dua tahun berteman dan main game bareng, Adit memutuskan untuk meninggalkan kampung halamannya di Bekasi dan pergi menemui Bunga di Belitung Timur.
Dari pertemuan awal itu, hubungan mereka berlanjut dan mulai sering bertemu fisik, tak lagi berhadapan dengan keterbatasan jarak dan waktu.
Hamil di Luar Nikah
Benih-benih cinta akhirnya tumbuh mekar di hati keduanya, yang membuat mereka tak bisa mengontrol hawa nafsu hingga membuat Bunga hamil di luar nikah.
Dia hamil oleh teman game onlinenya itu ketika masih duduk di bangku kelas dua Sekolah Menengah Atas (SMA).
Akhirnya Bunga berhenti dari sekolah dan memutuskan menikahi Adit beberapa bulan kemudian. Saat itulah, tetangga-tetangga mereka tahu bahwa bunga sudah hamil duluan.
Bunga mengaku sudah bisa menerima kondisinya saat ini dan mentalnya sudah terlatih dengan pertanyaan dan anggapan orang lain.
Meskipun ia awalnya sempat merasa takut dan malu karena hamil di luar nikah, dan berusia dibawah umur.
Namun, karena dukungan dari keluarga dan Adit sang pujaan hati yang selalu berlaku suportif, Bunga menjadi lebih kuat untuk menghadapi masalah tersebut.
“Kami sebagai neneknya harus terima dan jangan sampai dia ini stres dengan kondisinya yang nanti bisa berakibat lebih fatal. Walaupun di hati yang paling dalam kami sangat sedih dan kecewa,” kata Atok nenek Bunga, saat mencurahkan isi hatinya.
Lebih lanjut, Atok mengingatkan bahwa saat ini kehidupan Bunga akan berubah 180 derajat dari sebelumnya.
“Bunga saat ini harus lebih fokus ke suami dan anak, tidak boleh lagi sibuk bermain bersama teman-teman sepantarannya,” ujarnya.
Meski menikmati menjadi ibu muda, Bunga tetap berpesan kepada teman-teman seusianya agar jangan terjerumus seperti apa yang dia alami saat ini.
Dia ingin teman-temannya menikmati masa remajanya hingga puas sebelum nanti menjadi ibu rumah tangga yang mengurus anak dan suami.
“Sebenarnya saya punya cita-cita jadi gamer juga seperti suami saya. Tapi saat ini saya masih fokus merawat anak dulu,” ucap Bunga. (Mario)