BelitongToday, Tanjungpandan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belitung, mencatat sebanyak 128 kasus kebakaran mulai Januari sampai awal September.
Jumlah kasus kebakaran terdiri 111 kebakaran hutan dan lahan, 11 kasus kebakaran bangunan, empat kasus kebakaran kendaraan, dan dua kasus kebakaran lainnya.
“Jumlah kasus kebakaran sampai awal September di Belitung mencapai 128 kasus,” kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Belitung, Agus Supriadi, Rabu (6/9).
Menurut dia, adapun kasus kebakaran yang paling mendominasi adalah kasus kebakaran hutan dan lahan.
Ia memaparkan, jumlah kasus tersebut terdiri dari kasus karhutla di Kecamatan Tanjungpandan sebanyak 72 kasus, Kecamatan Sijuk 33 kasus, Kecamatan Badau tiga kasus, dan Kecamatan Membalong tiga kasus.
“Jumlah kasus kebakaran hutan dan lahan paling banyak terjadi di Kecamatan Tanjung Pandan 72 kasus,” paparnya.
Menurut Agus, perisitiwa kebakaran hutan dan lahan tersebut terjadi karena fenomena El Nino atau cuaca panas yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir ini.
“Terutama di Agustus kemarin grafik kasus karhutla meningkat,” katanya.
Ia menerangkan, penyebab kebakaran hutan dan lahan disebabkan oleh sejumlah faktor seperti membakar sampah tanpa pengawasan. Selain itu, membuang puntung rokok sembarangan, dan membuka lahan perkebunan dengan pembakaran.
“Kondisi fenomena El Nino berupa cuaca panas dan berangin sehingga potensi ancaman kebakaran hutan dan lahan meningkat,” ujarnya.
Ia berharap, masyarakat dapat mengantisipasi terjadinya peristiwa kebakaran hutan dan lahan. Apalagi saat ini musim kemarau cuaca panas dan berangin.
“Kami mengajak masyarakat untuk memitigasi terjadinya peristiwa kebakaran,” bebernya. (Nazriel)







