BelitongToday, Tanjungpandan – Kondisi muara sungai aliran sungai Cerucuk Tanjungpandan mengalami sedimentasi dan pendangkalan.
Kondisi ini menyebabkan kapal-kapal nelayan maupun pengangkut barang baik yang berlabuh di pelabuhan Tanjungpandan maupun Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Tanjungpandan mengalami kesulitan untuk melakukan olah gerak dan manuver.
Persoalan ini pun mencuat dalam rapat koordinasi teknis pendangkalan sungai Cerucuk yang berlangsung beberapa waktu lalu.
Dalam rapat tersebut, Pj Bupati Belitung Yuspian mendukung rencana pendalaman muara sungai Cerucuk. Tujuannya adalah untuk mendukung kelancaran arus logistik dan barang di kawasan tersebut.
“Kita ingin menyelesaikan permasalahan ini secara bersama-sama karena sudah cukup lama tidak dilakukan pendalaman ataupun istilahnya adalah normalisasi,” jelas Yuspian dalam rapat tersebut.
Ia menerangkan, solusi pendangkalan sungai Cerucuk harus diselesaikan secara bersama-sama tidak boleh parsial.
Sebab di kawasan atau sepanjang aliran sungai Cerucuk ada beberapa stakeholder seperti Pertamina, Dinas Perikanan Belitung, PPN Tanjungpinang, dan Pelindo Regional 2 Tanjungpandan.
“Jadi jangan sampai parsial di sana dikeruk, di sini tidak dikeruk sehingga nanti terjadi pendangkalan lagi,” jelas Yuspian.
Apalagi kondisi muara sungai Cerucuk terakhir dikeruk pada 2002 atau 22 tahun silam sehingga rencana normalisasi sungai Cerucuk ini sudah harus dipikirkan bersama.
“Pertemuan ini adalah untuk kita menentukan langkah normalisasi muara sungai Cerucuk dalam waktu singkat namun efektif,” imbuhnya.
Isu Eksplorasi Timah Mencuat
Menurut Yuspian, ada beberapa tantangan yang akan dihadapi dalam rencana normalisasi muara sungai Cerucuk ini. Salah satunya adalah soal ekplorasi timah.
Masyarakat masih beranggapan dan berpandangan bahwasanya di sepanjang aliran sungai Cerucuk itu masih terdapat kandungan biji timah. Maka persoalan ini pun menjadi dinamika dan pergolakan pendapat di kalangan masyarakat setempat.
“Semoga rencana ini tidak dicurigai dengan isu tambang. Karena bagaimanapun hal itu pasti ada. Maka kita harus carikan solusi jangan sampai rencana ini tidak terlaksana dan ribut-ribut karena isu yang tidak jelas,” ungkap Yuspian.
Untuk itulah harus dipikirkan bersama solusi atas hal ini, salah satunya mungkin dengan menentukan lokasi pembuangan material sedimentasi (dumping area) di tempat yang tepat.
“Namun jangan sampai rencana ini tidak terlaksana karena kondisi muara sungai Cerucuk sudah dangkal sekali dan sungai itu menjadi urat nadi perekonomian Belitung,” sebutnya. (Nazriel)







